Lombok Timur, SR – Dinas Pertanian Kab. Lombok Timur hingga saat ini masih kekurangan Tenaga Penyuluh dan juga Fasilitas Kendaraan Dinas (randis). Mengingat jika berbicara jumlah ideal, setiap desa semestinya harus memiliki 1 Tenaga Penyuluh.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Mustawan menjawab media ini diruangannya Kamis,(04/8). Menurutnya, jika dilihat dari segi SDM dengan jumlah desa di Lotim yang mencapai 254 desa, maka Bidang Penyuluhan masih banyak kekurangan Tenaga Penyuluh.
“Kalau kita mengatakan memadai dari segi SDM, sesungguhnya kita kekurangan banyak penyuluh, semestinya 1 desa harus mempunyai 1 tenaga penyuluh,”ungkapnya.
Namun kenyataanya kata dia, hingga saat ini Dinas Pertanian hanya memiliki tenaga penyuluh sebanyak 175 orang. Jumlah itu adalah total keseluruhan setelah ditambah 12 tenaga penyuluh yang baru terangkat tahun ini. Semuanya tergabung dari PNS, P3K dan honor daerah.
Di tahun 2023 mendatang akan berkurang lagi karena banyak tenaga penyuluh yang akan pensiun tahun 2022 ini.
“Belum lagi untuk tahun ini mungkin sekitar 30 an orang yang akan pensiun, sehingga banyak diantara teman – teman penyuluh harus dapat doble desa”, terangnya.
Masih kata Mustawan, jika berbicara efektifitas diakuinya belum efektif, karena dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas pelayanan penyuluhan di bidang pertanian masing – masing desa harus memiliki 1 tenaga penyuluh dan 1 kendaraan dinas. Tapi karena Dinas Pertanian memiliki keterbatasan SDM menyebabkan 1 penyuluh harus menangani 2 bahkan sampai 3 desa dampingan.
“Tapi karena kita keterbatasan SDM, sehingga ada penugasan – penugasan dari beberapa penyuluh yang diberikan tugas di 2 sampai 3 desa”, tuturnya.
Diakuinya, terkait kekurangan SDM tersebut sudah di sampaikan kepada kepala daerah. Hanya saja, ada regulasi – regulasi yang harus menjadi bahan pertimbangan yang membuatnya harus bisa memaklumi terutama kesiapan anggaran.
“Sama pimpinan daerah saya pikir sudah disampaikan, tapi kan tentu regulasi – regulasi itu perlu pertimbangan menyangkut kesiapan anggaran misalnya”, tambahnya.
Saat ini Dinas Pertanian Lotim masih kekurangan fasilitas kendaraan dinas tenaga penyuluh. Dimana dari jumlah tenaga penyuluh yang ada, hanya sekitar 50% yang memiliki kendaraan dinas.
“Banyak sekali tenaga penyuluh kita yang tidak memiliki kendaraan dinas, sementara hal itu diperlukan untuk mendukung kelancaran tugas mereka”, keluhnya.
Diapun berharap kedepan ada dukungan fasilitas selain juga tambahan tenaga penyuluh lapangan untuk membantu dan mendukung kelancaran tugas Dinas Pertanian pada Bidang Penyuluhan. (Yat)