Lombok Timur suararinjani.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lotim di pertengahan bulan ini akan mulai menggelar Pasar Murah untuk 21 Kecamatan. Program adalah implementasi dari instruksi Pemerintah Pusat yang di laksanakan Daerah guna menekan inflasi daerah.
“Jadi program ini adalah implementasi dari apa yang diperintahkan langsung Pemerintah pusat yang harus di dukung oleh masing – masing provinsi melalui Kabupaten/Kota tentang program percepatan inflasi daerah”, terang Kadis Perdagangan Lotim, Mahsin, pada Rabu, ( 17/07).
Ia menambahkan, dalam upaya pengendalian inflasi daerah itu, Pemda Lombok Timur telah memberikan mandat kepada Dinas Perdagangan untuk menggelar pasar murah yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Lotim sebesar Rp 1.007.350.000,.
“Komoditi yang akan diberikan berupa beras dan minyak goreng yang tujuannya guna menekan Inflasi”, tambah Mahsin.
Dengan perincian, dana yang bersumber dari DBHCHT itu direncanakan akan dibagi kedalam tiga lokus kegiatan yakni pertama pengadaan untuk beras, sebesar 800 juta rupiah. Kedua , pengadaan minyak goreng senilai Rp 154. 792.000 dan sisanya akan digunakan untuk biaya operasional. Untuk data penerima akan diterima nantinya dari pihak Kecamatan sesuai jatah Kupon Komoditi yang dibagikan.
“Pendataan pihak kecamatan, karena surat sudah kami turunkan ke kecamatan, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan jajarannya dan kami hanya menerima data”, pungkasnya.
Masih kata Mahsin, adapun masyarakat penerima target pasar murah adalah masyarakat yang merasakan atau terkena dampak inflasi karena melihat mahalnya harga pangan utamanya beras yang sumber datanya akan diterima Disdag dari kecamatan masing – masing.
“Penerima kupon adalah mereka yang tidak mendapatkan program Bansos lainnya agar terakomodir untuk mewujudkan prinsip berkeadilan. Operasi Pasar Murah ini menyediakan beras dan minyak goreng. Harganya sangat murah atau setengah dari Harga aslinya,” bebernya.
Di mana, kategori berasnya di atas beras medium dengan harga setengah harga atau hanya Rp 5.000 per kg. Masing-masing orang nantinya akan mendapatkan 6 kg beras ditambah minyak goreng seharga Rp 10.000 per liternya. Jika ditotal nilai uang untuk satu kupon paket komoditi seharga Rp 40.000/orang.
“Untuk data kupon jumlah pendistribusian komoditi yang yang di terima untuk masing-masing kecamatan bervariasi, tapi gak beda jauh semua di atas 300 kupon”, imbuhnya.
Dinas Perdagangan berharap program bazar murah yang digelar berasaskan keadilan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Harapan kami, mudah – mudahan program pelaksanaan pasar murah komoditi ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita kemudian pelaksanaannya berjalan dengan baik sesuai ketentuan dan suasana bisa kondusif”, tandasnya.(Yat)