Disnakeswan Lotim Fokus Perbaikan Data dan Layanan untuk Peternak

Disnakeswan Lotim Fokus Perbaikan Data dan Layanan untuk Peternak

Lombok Timur, suararinjani.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan dan pengembangan sektor peternakan.

Beberapa program yang telah berjalan antara lain pengembangan Inseminasi buatan (IB), penyaluran aspirasi dewan (pokir), hingga pendataan populasi hewan ternak. Bantuan pokir yang diterima peternak berupa pengadaan sapi, kambing, ayam pedaging, ayam petelur, serta pakan ternak.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Disnakeswan Drh. Zulfan Ashri saat ditemui media ini diruang kerjanya. Ia menyebut, hingga 2025  jumlah populasi ternak di Lombok Timur tercatat sebanyak 128.639 ekor, dengan peternak mencapai sekitar 40.000 orang. Kedepan, Dinas menargetkan pembenahan data populasi ternak secara lebih rinci, meliputi jenis, usia dan jenis kelamin ternak.

“ Pendataan dilakukan setiap bulan dengan dukungan pendamping desa yang saat ini memasuki bulan ketiga pada Oktober 2025”, kata Zulfan di ruang kerjanya. Kamis, (11/09).

Terkait pakan ternak, lanjut Zulfan bantuan baru diberikan kepada kelompok peternak ayam. Sementara kelompok sapi belum mendapat bantuan serupa. Meski demikian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur menyelenggarakan pelatihan teknis pembuatan pakan konsentrat untuk peternak melalui program seperti “Program Gudang Pakan” dan didukung program pemerintah daerah seperti Program Penguatan Kapasitas dan Ketahanan Masyarakat (PK3M).

Pelatihan ini membekali peternak dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat konsentrat secara mandiri untuk meningkatkan nutrisi dan pertumbuhan ternak, yang kemudian dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan ketahanan peternakan lokal.

Dijelaskan Zulfan, sebagai penunjang pada 2024 Dinas memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk membangun gudang pakan konsentrat di Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, dan Selong. Gudang ini dilengkapi dengan alat produksi pakan berbasis potensi lokal, seperti ampas kopi dan kacang-kacangan, dengan tim Dinas berperan sebagai pengawas sekaligus penyusun formulasi pakan.

Selain itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim juga rutin menjalankan kegiatan inseminasi buatan (IB) dengan melibatkan lebih dari 165 petugas, baik PNS maupun tenaga magang. Program ini sebelumnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui program SIWAB dan SIKOMANDAN.

Namun, sejak dua tahun terakhir, dukungan tersebut dihentikan sehingga kegiatan IB kini dijalankan secara swadaya, termasuk pengadaan semen beku dan sarana pendukung lainnya.

Untuk pengembangan sumber daya manusia, Dinas bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti Kupang dan Timor Sari, dalam penyelenggaraan uji kompetensi paramedis serta bimbingan teknis IB.
Melalui langkah tersebut, Dinas Peternakan berharap dapat mendorong kemandirian, produktivitas, serta peningkatan usaha peternakan masyarakat . (Rsh)

Bagikan Berita

Share this post