Lombok Timur suararinjani.com – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag) RI, Saiful Rahmat Dasuki menghadiri acara tasyakuran hari jadi (Hadi) ke-71 Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang diselenggarakan di Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, pada Kamis (29/02).
Dalam sambutannya di hadapan ribuan santri, Syaiful menyampaikan keinginannya untuk membentuk Direktoral Jendral (Ditjen) Pondok Pesantren (Ponpes).
“Ini syiar kita. Kita ingin buat legacy kebijakan di masa-masa akhir kepemimpinan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama. Kita ingin mendorong ponpes menjadi keditjenan sendiri yang selama ini di bawah Ditjen Pemdis,” ucapnya.
Ditegaskan, ponpes sudah selayaknya berdiri sendiri, mengingat peran sertanya dalam memperjuangkan kemerdekaan masa lalu dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan sangat besar. Untuk itu, disebutkannya, ponpes perlu memiliki naungan yang bisa mengelola setiap potensi yang ada dengan konsisten.
“Kita ingin kedepan ponpes terkelola dengan baik dan diperhatikan dengan baik dan semulia mulianya,” tegasnya.
Nantinya kata dia, setiap Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada Dirten Ponpes harus diisi oleh mereka yang mengetahui seluk beluk ponpes.
“Artinya diisi oleh mereka yang berasal dari ponpes, saat ini menterinya dari santri, wakilnya juga santri, dan keberpihakan kami untuk pesantren itu 100 persen,” tekannya.
Hingga kedepan, diharapkannya Dirjen Ponpes sendiri mampu memperlihatkan kualitas dan mampu melahirkan santri yang menjadi kebanggaan agama dan juga Negara. Pihaknya bahkan sudah kita melakukan pembahasan untuk itu, dan saat ini sudah dalam tahapan finalisasi sudah.
“Untuk itu kita dorong putusannya nanti di Presiden,” tegasnya.
Ketum PBNW, TGKH Muhammad Lalu Gede Zainuddin Atsani menyambut baik apa rencana pembentukan Ditjen Ponpes. Dikatanya, saat ini, Ponpes NW sendiri sudah tersebar di 38 Provinsi dengan sebanyak 2.300 madrasah.
“Alhamdulillah sampai hari ini tetap berjalan dan itu di bawah naungan Menag dan Kemendikbud,” katanya.
Khusus Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Lombok Timur sendiri saat ini berjalan 14 lembaga, dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
“Alhamdulillah ada 13.000 santri dan ratusan tenaga pengajar, dan seluruhnya yang mengabdi ada 600 tenaga pengajar,” ungkapnya.
Dengan begitu, dikatakannya, pihak NW menyambut baik pembentukan Ditjen Ponpes. Apalagi saat ini di Indonesia banyak sekali ponpes dan madrasah khususnya di bawah naungan NW.
“Dengan kehadiran Ditjen Ponpes akan sangat membantu dalam menyalurkan hak dan perhatian lebih pemerintah kepada ponpes sendiri,” pungkas Ketum PBNW. (vin)
Hadiri Peringatan HADI ke – 71 NW, Wamen Kemenag : Ponpes akan Dijadikan Ditjen