Lombok Timur_SR. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan dan paradigma pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku.
Kabupaten Lombok Timur sendiri berhasil mendapatkan Sertificate predikat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 3 Pilar oleh Bappeda Propinsi NTB yang langsung di apresiasi Wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalilah Senin (14/03) lalu.
Bappeda pun kemudian membangun komitmen bersama Baznas Lombok Timur guna menyelesaikan sisa rumah – rumah warga yang masih belum memiliki Jamban atau BABS.
Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur melalui Wakil Ketua IV M. Nazri saat di konfirmasi Suara Rinjani, belum lama ini mengatakan memang sudah ada komitmen antara Bappeda dan Baznas sebelumnya. Bahkan dari hasil kesepakatan bersama, Baznas diminta menuntaskan sisa dari data yang masuk yaitu sekitar 2.000 rumah yang belum memiliki Jamban.
“Memang benar bahwa Baznas berkomitmen untuk membantu 2.000 rumah warga yang belum memiliki jamban” terangnya.
M. Nazri merinci nilai bantuan per 1 rumah warga senilai Rp 500.000. Sehingga jika di total secara keseluruhan, Baznas harus menyiapkan dana 1 milyar. Sementara Baznas menekankan bahwa penerima bantuan adalah warga yang benar-benar masuk kategori mustahik atau warga yang tidak mampu.
“Ada data, nanti disana akan terlihat mana yang benar – benar berhak dapat, jadi gak sembarang dan kami sudah MoU dengan Bappeda” imbuhnya.
Ditambahkannya secara teknis untuk penentuan wilayah Baznas mengikuti aturan dan arahan dari Bappeda. Untuk realisasi anggaran, disampaikannya akan di realisasikan pada saat pembayaran gaji ke – 13. Mengingat saat ini banyak program Baznas yang membutuhkan pembiayaan. Artinya Dana zakat yang di dapat selama ini sudah ada peruntukkannya.
“Agar tidak mengganggu hak – hak dari Mustahik yang lain, maka kita tunggu gaji ke 13 dulu” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Lombok Timur Khairul Fathi menjelaskan hingga saat ini terdapat 20 Desa yang tersebar di delapan Kecamatan yang masih buang air besar sembarangan (BABS). Ditambah lagi sembilan wilayah dengan 5.400 KK yg belum memiliki Toilet yang layak.
Sehingga pihaknya akan melakukan komitmen bersama dengan BAZNAS Lombok Timur untuk menyelesaikan program tersebut secara bersama-sama. Dengan perincian, sekitar 2.000 sarana yang menjadi bagian dari tugas Bappeda yang bekerjasama dengan BAZNAS. Sementara sebanyak 3.400 lainnya akan diselesaikan oleh komitmen dimasing – masing Desa.
“Kami sudah komitmen menyelesaikan pembangunan sarana tersebut dengan Baznas dan pihak Desa,” tuturnya. (Yat)