Lombok Timur, SR – Forum Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat (FPM2) Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta pembangunan Puskesmas Baru di Kecamatan Sakra Timur.
Permintaan tersebut disampaikan ketika melakukan hearing dengan dengan Komisi ll DPRD, Dinas Kesehatan dan BPKAD Lombok Timur, Senin (25/07).
Perwakilan dari FPM2 Sakra Timur, Usman mengatakan, Puskemas Lepak saat ini sangat tidak layak, utamanya dari sarana dan prasarana sehingga mengakibatkan layanan kepada masyarakat belum maksimal. Mengingat, jika dilihat dari jumlah penduduk di wilayah itu yang mencapai 53.063 ribu jiwa kafasitas Puskesmas dirasa belum memadai.
“Puskesmas yang sekarang sangat tidak layak. Dari itu kita butuh puskesmas baru, dan kami sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung baru,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang perwakilan FPM2 Sakra Timur Mahsar. Puskesmas saat ini sebelumnya memang sudah mendapatkan bantuan rehab 2018 lalu. Namun demikian, puskesmas tersebut belum bisa memadai lantaran jumlah penduduk yang sangat banyak.
“Puskesmas Lepak Sakra Timur memiliki 6 ruang rawat inap dan 1 ruang untuk Ibu bersalin di samping ruang ICU. Dari kondisi ini bisa tentu tidaklah mampu melayani pasien,” cetusnya.
Di samping itu lanjut Mahsar, kondisi Puskesmas saat ini sangat sempit dan kumuh. Belum lagi jika dilihat dari pelayanannya yang kurang maksimal.
“Jadinya pasien bukan sehat malah akan semakin sakit,” gumamnya di depan Wakil rakyat dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Lotim.
Mahsar juga menuntut keadilan kepada pihak pemerintah untuk segera dibangunkan Puskesmas baru di Kecamatan Sakra Timur. Mengingat, menurutnya Puskesmas yang lama tidak bisa dikembangkan atau diperluas lagi karena lahannya yang sangat terbatas sempit.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Pathurrahman mengatakan pihaknya siap untuk mengusulkan pembangunan Puskesmas baru. Dimana kata Pathurrahman jika mengambil skema itu secara teknis membutuhkan dana Rp18 M diluar harga tanah.
“Kita siap mengusulkan setelah itu (usulan_red) jadi baru kita daftarkan di Kementerian untuk mendapatkan register sehingga pada tahun berikutnya bisa kita ditambah anggaran untuk operasionalnya,” kata Kadikes Lotim.
Ditempat yang sama Ketua Komisi ll, M. Waes Alqarni menyatakan legislatif akan menyuarakan aspirasi itu, mengingat fasilitas kesehatan yang layak adalah hak dasar masyarakat.
Waes juga menegaskan bahwa dirinya dan rekan – rekan yang ada di legislatif Lotim akan memperjuangkan dana pembebasan lahan untuk Puskesmas Sakra Timur di pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Kami akan perjuangkan dana pembebasan lahan di perubahan. Alkes, gedung dan sarana prasarana lainnya tadi disebut Rp18 M, belum termasuk harga lahan,” tegasnya.
Masih kata Waes, untuk pembiayaan Alkes, gedung dan prasarana lainnya yang membutuhkan dana Rp18 M, akan dibahas di APBD 2023 agar realisasi pembangunan Puskesmas baru Sakra Timur bisa terwujud cepat.
“Kami tidak mau dikatakan PHP, kami akan bahas yang Rp18 M itu di anggaran induk 2023, intinya kami akan perjuangkan dan masyarakat juga harus aktif mendukung kami,” tandasnya.(Yat)