PAD 4 OPD Dinilai Rendah, Kaban Bapenda Soroti Dispar dan DKP

PAD 4 OPD Dinilai Rendah, Kaban Bapenda Soroti Dispar dan DKP

Lombok Timur suararinjani.com – Pada triwulan kedua 2024, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur baru mencapai 27,10% atau sekitar Rp 161 miliar dari target Rp 594 miliar rupiah. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahkan memiliki capaian PAD yang masih rendah, yaitu di bawah 15%.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur, Muksin, menjelaskan bahwa capaian PAD terbagi menjadi tiga kategori yakni lebih dari 25%, di atas 15%, dan paling rendah di bawah 15%.

Muksin menyebut jika mengacu kepada kategori itu ada empat OPD yang masih di bawah 15% diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Kami meminta para kepala OPD untuk tetap optimis dan berkomitmen, terutama bagi yang memiliki target PAD di atas Rp 1 miliar agar dioptimalkan,” kata Muksin usai rapat koordinasi dengan semua kepala OPD Lombok Timur, di Rupatama I Kantor Bupati pada Selasa, (11/06).

Ia  juga menyoroti kinerja Dinas Pariwisata serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Menurutnya, Lombok Timur memiliki banyak destinasi wisata menarik yang populer baik di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, menurutnya potensi wisata tersebut belum dikelola dengan baik oleh Dinas terkait. Hal itu  menjadi perhatian utama dalam rapat evaluasi capaian PAD Triwulan II.

“Harapan kami, Dinas Pariwisata dapat berkontribusi lebih besar terhadap PAD ke depannya,” pintanya.

Muksin menyarankan agar OPD terkait saling berkolaborasi. Misalnya, Dinas Pariwisata bisa mengelola objek wisata potensial di wilayah selatan, sementara Dinas Kelautan dan Perikanan dapat fokus pada pengelolaan lobster dan rumput laut.

“Kerja sama ini akan saling melengkapi jika kedua OPD berkolaborasi dengan baik,” kata Muksin.

Selain itu, ia menambahkan bahwa peningkatan sektor Pariwisata akan berdampak positif terhadap pendapatan hotel dan hunian lainnya di Lombok Timur.

“Jika pariwisata maju dan pengunjung meningkat, tentu banyak yang akan menginap di hotel-hotel. Maka, pajak hotel juga akan meningkat dan masuk ke pendapatan daerah,” tandasnya. (Yat)

Bagikan Berita

Share this post