Rakerda, PGNW Dituntut Wujudkan Visi Kurikulum Merdeka Belajar

Rakerda, PGNW Dituntut Wujudkan Visi Kurikulum Merdeka Belajar

Lombok Timur, SR – Pembukaan Rapat Kerja Dearah (Rakerda) Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW) Lombok Timur mengangkat tema “Mempererat Silaturrahmi, Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme Guru Nahdlatul Wathan Lombok Timur” berlangsung khidmat dan lancar. Pesertanya adalah para Kepala Sekolah dan Guru Nahdlatul Wathan yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur.

Acara yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Sabtu, (26/03) tersebut di hadiri Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi ST.,MT. mewakili Bupati H.M. Sukiman Azmy, Sekretaris Bakesbangpol Drs. Zaitul Akmal, MM, Panitia penyelenggara Ust. Mustahyi, M.Pd., Pimpinan Daerah PGNW Lombok Timur H.L. Budi Karyawan S.Pd., M.Pd., Pimpinan Pusat PGNW yang diwakili Dr. Sirojul Hadi, M.Pd., dan perwakilan dari Kemenag Lotim.

Mewakili Bupati Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi pada kesempatan itu menyampaikan masa depan generasi dan kemajuan suatu bangsa berada pada pundak para guru. Dimana saat ini pendidikan sudah berada pada fase transpormasi digitalisasi yang mewajibkan guru paham Tekhnologi, Imformasi dan Komunikasi (TIK).

“Saya bangga dengan bapak ibu guru kita yang ada di sekolah swasta dimana sebagian dari bapak ibu guru kita juga lulus Sekolah Penggerak” ucapnya.

Ditambahkannya disatu sisi Lombok Timur memiliki IPM yang mungkin berada di klaster bawah di banding kabupaten/kota lain. Akan tetapi, fakta lain mengatakan pada program merdeka belajar terutama pada sisi guru penggerak Lombok Timur termasuk terbanyak di Indonesia.

“Bapak ibu guru gak boleh berkecil hati, kita yang jauh dari hingar bingar kota besar tapi kualitas SDMnya luar biasa”.

Masih kata Achmad Dewanto, ada hampir 2.000 satuan pendidikan tersebar di Lombok Timur baik sekolah swasta maupun negeri. Artinya potensi Kepala Sekolah maupun guru harus benar – benar di tingkatkan guna memajukan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur. Dia menyebut bagaimana jasa perjuangan figur atau sosok Almagfurullah TGKH. Zainuddin Abdul Majid yang telah berjuang mengabdikan diri di dunia pendidikan.

“Selain sebagai Pahlawan Nasional, barangkali di Indonesia beliaulah Ulama Besar yang paling konsen di dunia pendidikan” imbuhnya.

Lebih jauh di sampaikannya, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan optimis para peserta didik akan mampu bersaing di Era Digital. Namun, tentunya untuk mewujudkan itu guru – guru harus mampu berinovasi meningkatkan kualitas dan kapasitas.

Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mendiskreditkan atau membanding – bandingkan pendidikan negeri maupun swasta. Namun, justru berharap dan berusaha bersama – sama mengemban amanah Pemerintah Pusat memajukan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur guna mewujudkan visi pelajar yang Pancasilais.

Sementara ‘Kurikulum Merdeka Belajar’ yang di keluarkan Kemendikbud Ristek beberapa minggu yang lalu sebagai pengganti Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengasah kemampuan para guru dalam memberikan tes atau ujian soal sesuai dengan apa yang telah di ajarkan kepada peserta didiknya. Kedepan materi yang disampaikan para guru sebagai peserta didik tidak lagi terfokus pasa Kurikulum yang lama dengan menyesuaikan materi berdasarkan tes yang di datangkan dari pusat.

“Diharapkan Kurikulum Merdeka Belajar ini akan berumur panjang dan adaptif sesuai perkembangannya di daerah masing- masing” kata Achad Dewanto.

Artinya pemerintah pusat hanya terfokus pada kaedah-kaedah besarnya saja. Sehingga, para guru dituntut untuk mengembangkan metodologi teknis di satuan pendidikan masing-masing.

Terakhir Kepala sekolah dan guru juga di minta untuk tidak banyak mengeluh, kreatif dan terbuka dalam penggunaan dana BOS sehingga tidak ada lagi keluhan yang bersifat personal yang masuk ke Dinas Dikbud.

“Selama Dana BOS itu di gunakan bertujuan untuk kemajuan sekolah, belanjakan gak usah takut, yang penting arahnya jelas” tutupnya.

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di buka langsung Kadis Dikbud sebagai perwakilan Bupati Lombok Timur dan akhiri doa bersama yang dipimpin oleh TGH. Ihsan Safar, SS., M.Ap. (Yat)

Bagikan Berita

Share this post