Lombok Timur, suararinjani.com – Pro kontra event Pesta Pantai Labuhan Haji, terus menjadi perbincangan wraga maupun netizen. Baru-baru ini beredar di sosial media Facebook pengakuan sejumlah netizen yang menyayangkan Pesta Pantai Labuhan Haji digelar dengan biaya besar. Bahkan untu karcis sepeda motor dan mobil, pengunjung harus merogoh uang Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Di luar kercis masuk yang Rp 7.000 per orangnya.
Kepada Media ini, pada Ahad, (23/4) lalu, sejumlah rombongan pengunjung asal Lombok Tengah juga menyayangkan pungutan parkir dan kercis masuk Pantai Labuan Haji yang cukup tinggi.
“Jujur kami kaget, karena kami baru pertama ke sini (Pantai Labuan Haji_red), kebetulan uang pas pasan karena kami sambilan ziarah makam. Jadi kalau segitu mending kami cari tempat liburan yang lain saja”, tutur Arif mewakili dua rombongan mobil pegunjung.
Menaggai hal itu, Ketua Panitia Pesta Pantai Labuhan Haji, H. Zainal Abidin saat dikonfirmasi media ini membeberkan alasan dari harga kercis masuk hingga sebab diselenggarakannya event tersebut.
Ia mengakui bahwa tidak sedikit orang – orang yang memposting di medsos memandang sisi kurangnya event tersebut. Namun kata orang yang masih aktif di Dewan Pengawas PDAM Lotim itu, netizen juga harus menimbang dari sisi positifnya. Dimana, dia mengklaim bahwa banyak hal positif yang bisa dihadirkan dari event disamping sudah menjadi evet tahunan masyarakat Labuhan Haji.
“Yang namanya kita ini masyarakat banyak tentu tidak semua kita satu asumsi dan persepsi. Kami ingin warga yang tidak setuju yang komentar di sosmed juga lebih bijak melihat dari sisi positifnya”, pintanya saat dikonfirmasi Selasa, (25/04) lalu.
Iapun menerangkan alasan yang paling sering dikeluhkan yakni terkait masalah kercis masuk dengan nomimal Rp 7.000 per orang. Dengan adanya porporasi karcis kata dia, pihak Pemda Lotim sudah mengizinkan besaran kercis masuk dengan tujuan PAD melalui event Pesta Pantai bida meningkat.
“Dimana sesuai Perda sesuai Perda 10% nya masuk ke kas daerah”, tandasnya.
Ia juga menyebut persoalan sampah yang selalu menjadi sisi buruk di Pantai Labuhan Haji. Menurutnya persoalan sampah bukan hanya pada event Pesta Pantai tapi sudah menjadi pemandangan sehari hati di Labuhan Haji.
“Masalah sampah sudah menjadi pemandangan sehari hari, tapi dari panitia sudah memasukkan izin dan berkoordinasi dengan DLH Lotim”, tambahnya.
Dimana, selaku panitia dia menjamin bahwa semua sampah yang dihasilkan dari event tersebut setelah event slesai akan menjadi tannggung jawab seluruh panitia event bekerjasama dengan DLH terkait pengangkutan sampahnya.
Dia juga menyinggung soal pengunjung yang keberatan dengan Event Pesta Pantai. Ia menjelaskan bahwa event tersebut sudah menjadi tradisi tahunan di Pantai Labuhan Haji.
“Setiap tahun event ini sudah digelar dan sudah menjadi tradisi tahunan, meski banyak kritikan namun Pantai Labuhan Haji selalu ramai, karena banyak pengunjung yg mengunjungi Pantai Labuhan hji stiap tahunnya. Itu menandakan banyak juga masyarakat yang kangen”, tuturnya.
Panitia event juga merespon baik imbauan Kapolres Lotim yang berpesan agar menjaga situasi tetap berjalan aman dan kobdusif. ” Alhamdulillah panitia menjalankan amanat itu”, ungkapnya.
Terakhir disampaikannya bahwa hasil dari retribusi event pesta pantai sebagian akan dialokasikan dananya ke masjid- masjid dan musholla yang ada di Labuhan Haji.
“Artinya setiap pngunjung yang membeli karcis masuk secara tidak langsung ber amal”, terangnya.
Dia juga mengatakan jika hasil event juga diserahkan sebagian untuk PADes Desa Labuhan Haji. Sehingga semua kelompok baik tokoh pemuda, agama, dan masyarakat ikut andil mengambil bagian di struktur kepanitiaan. Mulai dari Karang Taruna, Pokdarwis, LKMD, BPD dan BKD serta remaja masjid dan kelompok pemuda laennya yg jumlahnya cukup banyak.
Diakuinya setiap event pasti membutuhkan biaya besar baik dari persiapan, pelaksanaan hingga berakhirnya kegiatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Mengingat di dalamnya banyak kegiatan seperti musik, aneka lomba dan bazar, panjat pinang yang secara langsung memanjakan dan menghibur para pengunjung. Sehingga diklaim pengunjung menikmati dan mndpatkan keuntungan dari kegiatan tersebut.
“Yang namanya event tentu gak ada yang sempurna, kami sadari itu dan setiap kekurangan selalu menjadi bahan evaluasi kami agar kedepan kami bisa berbuat lebih baik lagi”, pungkasnya. (yat)