200 Km Jalan Kabupaten Lombok Tengah Masih Rusak

200 Km Jalan Kabupaten Lombok Tengah Masih Rusak

Lombok Tengah, suararinjani.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Peruhaman Rakyat (PUPR) Lombok Tengah menegaskan dari sekitar 809,879 km jalan kabupaten, setidaknya sudah sekitar 600 km jalan tersebut kondisinya sudah bagus atau sudah mencapai 72,38 persen. Sementara sekitar 200 km jalan kabupaten di daerah tersebut masih dalam kondisi rusak dan butuh perbaikan dari pemerintah.
Kabid Binamarga Dinas PUPR Lombok Tengah, Mashudi Zulkarnaen, diruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai infrastruktur jalan yang ada di daerah itu. Tapi karena anggaran yang terbatas membuat perbaikan jalan ini tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Jadi untuk perbaikan jalan kita harus melakukan secara perlahan, makanya saat ini dari total panjang jalan kabupaten yang 809,879 km. Yang sudah kondisi mantap atau sudah bagus mencapai 600 km dan sisanya 200 km ini masih butuh dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Lanjutnya, untuk tahun ini setidaknya ada empat ruas jalan yang dilakukan perbaikan. Mulai dari jalan Montong Sapah yang progersnya sudah 50 persen, jalan Jelojok progresnya 75 persen, jalan Mantang progresnya 56 persen dan jalan Mangkung progresnya baru 30 persen. “Makanya kita perlahan-lahan dalam melakukan perbaikan terhadap jalan kita ini,” terangnya.
Ditambahkan, guna melakukan perbaikan jalan ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Untuk ukuran 1 km saja bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 3 miliar. Jika panjang jalan yang rusak mencapai 200 km maka pemerintah membutuhkan dana sekitar Rp 600 miliar untuk bisa menuntaskan persoalan jalan ini.
“Kita ingin semua jalan yang rusak ini bisa kita lakukan perbaikan, tapi karena kondisi keuangan yang terbatas membuat kita tidak bisa melakukan itu. Tahun depan saja kita masih belum mengetahui berapa anggaran yang disediakan untuk memperbaiki jalan-jalan ini, bahkan kita masih pesimis jika melihat kondisi keuangan yang ada,” tambahnya.
Adapun yang menjadi sorotan tambahnya, adalah jalan kabupaten yang berada di Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang yang sebelumnya mendapatkan protes dari warga dengan menanam pohon pisang. Oleh pemkab tetap berusaha untuk melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut, namun untuk saat ini anggaran belum ada.
“Jalan di dasan baru ini sekitar 300 meter sudah kita aspal dan sisanya juga masih ada. Sisa jalan yang belum diaspal inilah yang dananya masih belum ada. Yang jelas semua jalan yang rusak tetap menjadi prioritas pemerintah, tapi harus juga melihat kondisi anggaran yang tersedia,” tegasnya. (ang)

Bagikan Berita

Share this post