Berstatus Desa Mandiri, Maju dan Berkembang, Bupati Terima Penghargaan

Berstatus Desa Mandiri, Maju  dan Berkembang, Bupati Terima Penghargaan

Lombok Tengah, suararinjani.com – Bupati dan Wakil Bupati (Pathul Bahri -Nursiah) dinilai suksea membangun Kabupatrn Lombok Tengah (Kab.Loteng) menjadi daerah maju dan berkembang pesat baik sektor pariwisata, ekonomi, pembangunan infrastruktur hingga pendidikan dan kesehatan. Berbagaai prestasi prestesius diterima Kab.Loteng di level nasional.

Kini ptestasi membanggakan kembali diraih kabupaten bermoto Tatas Tuhu Trasna tersebut, yakni penghargaan atas konstribusi dan kerjakerasnya dalam mendorong percepatan pembamgunan desa sehingga seluruh desa di Kab.Loteng mencapai status mandiri, maju, dan berkembang.

Adapun penghargaan berkat prestasi keduanya (Bupati – Wabup Red) didapatkan dari Kementrian Pedesaan. Dan penyerahan piagam penghargaan diserahkan langsung Menteri Desa dan PDT yakni Prof. Dr. H. Abdul Halim Iskandar, MPd di halaman Islamic Center Mataram. Penghargaan diberikan Mentri Desa kepada 33 Kabupaten/Kota se Indonesia, pada acara pembukaan GTT Nusantara di di halaman Islamic Center Mataram, Prov.NTB.

Hadir Juga Wamen Desa Pdt, 8 Gubernur, Pj Gubernur NTN dan 33 kepala daerah Kabupaten/Kota, anggota forkopimda dan pejabat lainnya. Selain penghargaan kepada kepala daerah Kabupaten/Kota lainnya, piagam penghargaan juga diberikan kepada Gubernur, Kelompok Penyelenggara Telnologi Tepat Guna (TTG), dan Kepala Desa (Kades) berprestasi se Indonesia.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menunjuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-25. Menurut Kemendes, NTB telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penerapan teknologi tepat guna di Indonesia.

“Saya lihat sudah cukup maju, sudah cukup baik penerapan di NTB ini,” ungkap Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid saat acara Kick Off TTG Nusantara ke-25 di Jalan Udayana, Kota Mataram, NTB, Minggu (14/07).

Taufik menyatakan penerapan TTG di NTB sudah berjalan dengan baik dan berharap kegiatan TTG Nusantara menjadi wadah untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar-peserta. “Mudah-mudahan ada transaksi gagasan, share knowledge antara peserta untuk kemajuan desa,” tambahnya.

Pihaknya juga menekankan bahwa acara ini adalah momentum yang sangat baik untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional, khususnya di wilayah desa. Pada gelaran TTG Nusantara ke-25 ini, sebanyak 27 provinsi di Indonesia dipastikan hadir di NTB.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penerapan TTG di masing-masing daerah. Terutama dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Pada akhirnya berdampak pada pembangunan nasional dan ekonomi desa yang lebih maju dan mandiri,” tegas Taufik.

Pj Gubernur NTB, Dr. Hassanudin, mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah TTG Nusantara ke-25. Ia menyampaikan bahwa NTB memiliki banyak potensi, baik dari segi alam maupun sumber daya manusia (SDM), yang dapat menjadi modal untuk pengembangan desa melalui teknologi tepat guna. “Kita harapkan sebagai tuan rumah dapat memanfaatkan peluang ini menjadi potensi, kekuatan dan kemajuan masyarakat kita,” terangnya.

Sebagai tuan rumah, TTG ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi NTB, terutama dalam memajukan daerah dan sebagai media untuk bertukar informasi antar peserta. Selain itu, gelaran TTG diharapkan dapat menunjang perekonomian NTB.

“Dari informasinya ada 27 provinsi yang aktif hadir. Saya yakin itu sangat potensial sekali. Mari kita lihat pengembangan yang lain, berkompetisi yang sehat, amati, tiru, dan modifikasi sesuai dengan tipologi, kondisi, dan peluang dari kita,” tegas Hassanudin.

Sementara Bupati Loteng H.L.Pathul Bahri mengatakan, penghargaan yang dieproleh tidak lain adalah hasil kerja keras dari seluruh elemen masyarakat Kab.Loteng Prestasi yang selama ini banyak diterima bukan atas usaha Pathul – Nursiah semata, melainkan usaha seluruh masyarakat Kab.Loteng. “Ini bukan kerja kami berdua tetapi kerja semua elemen masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna” tuturnya.

Bupati pun tidak lupa berharap dengan capaian status mandiri, maju dan berkembang, desa-desa di Kab.Loteng agar terus berinovasi, berkreasi dalam pembangunan desa masing masing.

“Jangan kita bangga dengan status mandiri, maju, dan berkembang lalu tidak berkreasi, namun saya minta semua Kades justru harus semakin banyak kreasi dan terus berinovasi baru dalam memajukan desa kita masing-masing” pinta Bupati.(ang)

Bagikan Berita

Share this post