Lombok Tengah, suararinjani.com – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lombok Tengah (Loteng), Lalu Firman Wijaya resmi terpilih secara aklamasi sebagai ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Loteng masa bhakti 2024-2029.
Pemilihan ketua KONI Loteng tersebut dilakukan dalam Musyawarah Oahraga Kabupaten (MUSORKAB) bertempat di Illira Lite Hotel, Kamis (20/03). Sidang pemilihan dipimpin oleh ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Loteng, Suhaimi dengan anggota ketua harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), Sumum, dan wakil ketua IMI Lalu Purnawan.
Kegiatan ini dihadiri oleh mayoritas ketua dan pengurus inti dari 35 cabang olahraga (cabor) yang menghadiri MUSORKAB tersebut. Kegiatan dibuka oleh Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri yang diwakil oleh Asisten 2 Setda Loteng Lendek Jayadi.
Selain itu hadir pula Wakil Ketua KONI NTB Bidang Organisasi, Husnanidiaty Nurdin, Wakil Ketua KONI NTB Bidang Humas Suhaimi dan dan Anggota Bidang Organisasi KONI NTB Agus Hakim, Dispora NTB, Dispora Loteng, Kejaksaan, dan lain sebagainya.
Ketua Umum KONI Loteng Terpilih, Lalu Firman Wijaya, mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua peserta MUSORKAB yang telah mempercayakan dirinya sebagai ketua umum KONI Lombok Tengah masa bakti 2025-2029.
“Insha Alloh, kepercayaan ini akan kami balas dengan kerja-kerja penuh semangat, penuh ikhlas. Dan tidak lupa dalam kesempatan yang sangat baik ini, pengkhidmatan saya nantinya tidak akan dapat kami laksanakan secara paripurna tanpa dukungan semua pihak,” jelas Lalu Firman.
Oleh karena itu, Lalu Firman Wijaya meminta keikhlasan dari semua pihak untuk tidak henti-hentinya mendukung dirinya dalam melaksanakan amanah sebagai ketua umum KONI Loteng.
Ketua harian KONI Loteng Demisioner, Lalu Mukmin Jahar, mengatakan, pihaknya bersyukur karena legalitas MUSORKAB diakui langsung oleh KONI NTB sebagaimana sambutan yang disampaikan oleh Wakil Ketua KONI NTB Bidang Organisasi Husnanidiaty Nurdin.
“Kegiatan MUSORKAB hanya tak dihadiri oleh cabor Drumband, Billiard, Selancar, dan Kempo. Namun MUSORKAB dipastikan sah karena syaratnya 50 persen + 1 sementara ini sudah 95 persen,” terangnya.
Lalu Mukmin menyebutkan, hasil MUSORKAB sesuai dengan keinginan 35 cabor sebagai anggota KONI yang mengusung jargon perubahan. Bagi Lalu Mukmin, legitimasi dari MUSORKAB KONI Lombok Tengah adalah pengakuan legalitas dari KONI NTB sebagai induk organisasi.
Lebih lanjut Lalu Mukmin menyebutkan, konsekuensi MUSORKAB adalah semua pengurus KONI sudah demisioner termasuk dirinya sebagai ketua harian. Oleh karena itu, jika ada yang masih mengaku sebagai pengurus KONI maka dipastikan ilegal sebagaimana amanat dari ketua KONI NTB melalui kehadiran wakil ketua bidang organisasi KONI NTB.
“Yang berhak tidak mengakui hanya cabor sebagai anggota. Ibaratnya jika induknya tidak disukai maka ganti induk. Sama seperti di KONI jika ketuanya tidak kompeten dan profesional ya harus diganti,” tegas Lalu Mukmin. (ang)