Lombok Tengah, suararinjani.com – Enam desa di Kabupaten Lombok Tengah (Kab.Loteng) mendapat program penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsimas) dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat.
Enam desa yang mendapatkan program Pamsimas ini tersebar di empat kecamatan yakni Desa Landah Kecamatan Praya Timur, dan Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata, Desa Bangket Parak dan Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Desa Batujangkih dan Desa Serage Kecamatan Praya Barat Daya. Desa yang mendapatkan program ini dibangunkan mulai dari sumur bor, menara air, jaringan perpipaan dan lainnya.
Kepala BPPW NTB Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Ika Sri Rejeki menyatakan untuk tahun anggaran 2023 memang di Lombok Tengah ada lima enam Desa yang mendapatkan program Pamsimas, bentuk programnya berupa penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.
“Jadi kita berikan bantuan dalam hal pelayanan penyediaan air bersih, sehingga untuk pemenuhan air bersih masyarakat maka sumber air bakunya kita buatkan sumur bor, kalau ada mata air maka kita berikan dalam bentuk perpipaan,” ungkap Ika Sri Rejeki saat melakukan serah terima pekerjaan kegiatan Pamsimas di Kantor Bupati Lotenh, Kamis (26/10).
Pihaknya menyatakan masing-masing desa yang mendapatkan program Pamsimas ini anggarannya mencapai Rp 400 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga di enam Desa ini digelontorkan dana Rp 2.400.000.000 dan untuk menentukan desa yang berhak mendapat program Pamsimas ini tergantung dari usulan yang dilakukan oleh pemda.
“Ada kereteria desa yang bisa diusulkan yakni desa yang tidak dilayani oleh PDAM kemudian memang kekurangan air bersih dan pada tahun 2022 juga kita sudah berikan Pamsimas di lima desa. Dari tahun 2014 kita sudah memberikan program ini dan sampai dengan saat ini ada sekitar 106 Desa yang sudah mendapatkan Pamasimas,” terangnya.
Disampaikan bahwa Pamsimas ini dikerjakan oleh masyarakat dengan membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk jauh sebelumnya. Sehingga Pamsimas yang ada saat ini juga nantinya akan dikelola oleh masyarakat dan keberadaan Pamsimas ini akan tetap berjalan dengan iuran yang nantinya akan dilakukan oleh masyarakat.
“Jadi kelompok yang akan mengelola Pamsimas ini juga sudah kita berikan pelatihan untuk bagaimana melakukan pemeliharaan dan pemanfaatan. Pada saat pelaksanaan juga ada fasilitator yang akan melakukan pendampingan kepada masyarakat agar keberadaan Pamsimas ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri sangat mengapresiasi berbagai perhatian yang diberikan kepada desa yang ada di daerah itu. Karena memang tidak bisa dinafikan di beberapa Desa tidak jarang permasalahan air bersih ini selalu menjadi keluhan, sehingga dengan adanya pamsimas ini kedepan diharapkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat bisa terpenuhi.
“Keberadaan Pamsismas ini kita harapkan agar tetap dijaga oleh masyarakat, karena pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat maka operasional dari Pamsimas ini juga harus kita fikirkan agar kedepan keberadaannya bisa memberikan kontribusi bagi ketersediaan air bersih untuk masyarakat,” jelasnya.
Ditambahlan, saat ini permasalahan air masih menimpa masyarakat, terlebih dengan musim elnino yang membuat ketesediaan air kian menipis. Sehingga dengan adanya Pamsimas ini akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi ketersediaan air bersih.
“Kedepan kita berharap Pamsimas ini untuk tetap dijaga dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat penerima,” tegasnya.(ang)