Kekeringan Melanda, Puluhan Hektar Lahan Tidak Bisa Ditanami Kedelai

Kekeringan Melanda, Puluhan Hektar Lahan Tidak Bisa Ditanami Kedelai

Lombok Tengah, suararinjani.com – Terdapat puluhan hektar lahan pertanian di wilayah Kabupeten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat diketahui dinas tpertaninan tidak bisa untuk ditanami kedelai.
Pemerintah daerab (pemda) tengah aktif menggalakan pengembangan tanaman kedelai di dua kecamatan di wilayah Kab.Loteng. Diantaranya, Kecamatan Jonggat dan Praya Barat. Sejumlah kelompok tani dilibatkan pemerintah pusat guna mensukseskan berjalannya program tersebut. Pemerintah pusat memberikan bantuan benih kedelai kepada 106 kelompok petani. Bibit kedelai ini ditanam di lahan milik pera petani yang tersebar di dua kecamatan tersebut seluas hampir 2.575 hektar.
Sayangnya, program itu tidak keseluruhan berjalan mulus. Hal itu disebabkan ada puluhan hektare lahan yang belum bisa ditanami kedelai akibat mengalami kekeringan pada musim tanam ketiga tahun ini. Salah satunya berada di Desa Labulia Kecamatan Jonggat. Seperti disampaikan salah seorang kelompok Tani Desa Labulia Kecamatan Jonggat, H Mustakim ketika ditemui di sawahnya pada Kamis (06/07) mengungkapkan, kalau beberapa bulan terakhir kondisi ketersediaan air untuk keperluan irigasi lahan miliknya juga para petani lain di sekitar wilayahnya dengan kpndisi air sangat minim, bahkan bisa dibilang hampir tidak ada.
Kondisi ini tentu saja menghambat program penanaman kedelai yang dicanangkan pemerintah, mengingat Desa Labulia menjadi salah satu daerah sentra budidaya kedelai di Kecamatan Jonggat. Padahal para petani hanya membutuhkan sedikit air, agar tanah persawahan mereka menjadi sedikit gembur guna memudahkan penanaman kedelai.
“Kendati hujan turun, akan tetapi volume air belum cukup mampu untuk mengairi sawah yang akan kita tanami kedelai. Kecuali kita diberikan solusi dengan cara diberikan aliran air irigasi dari bendungan batujai,” ungkap H Mustakim.
Merespon hal ini, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zaenal Arifin menerangkan, berdasarkan data dinas pertanian, terdapat 85 hektare lahan pertanian di Desa Labulia yang terdampak kekeringan berakibat petani pun saat ini belum bisa menanam kedelai. Namun, pihaknya mengaku tidak berpangku tangan atas permasalahan yang terjadi, karena dari dinas sendiri terus berupaya mencarikan solusi untuk menuntaskan permasalahan kekurangan air ini.
“Untuk mendukung suksesnya program pemerintah pusat terkait program budidaya kedelai lokal dan peningkatan produksi kedelai secara nasional, guna membantu para petani kami pun telah menyurati Dinas PUPR Loteng untuk membuka saluran irigasi dari Bendungan Batujai,” akunya. (ang)

Bagikan Berita

Share this post