Lombok Tengah, suararinjani.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) menggelar rapat koordinasi untuk membahas strategi penanganan sampah pasca perayaan Bau Nyale pada Kamis (13/02).
Adapun rapat ketika itu dipimpin langsung Asisten II yakni, H. Lendek Jayadi serta dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas PUPR, ITDC, dan Dinas Perkim.
Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa langkah strategis untuk memastikan kebersihan kawasan wisata setelah festival budaya tahunan itu. Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah gotong royong massal di Pantai Seger yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kab. Loteng tepatnya pada Jum’at (14/02).
Selain itu, pasca Bau Nyale juga akan dilakukan Beach Clean Up yang melibatkan berbagai pihak, termasuk ITDC, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Langkah ini diharapkan mampu menjaga kebersihan kawasan pantai yang menjadi destinasi utama wisatawan.
Untuk mendukung kebersihan kawasan wisata, pemerintah daerah juga akan menempatkan dua kontainer sampah di Pantai Seger guna memudahkan pengelolaan limbah pasca acara. Di sisi lain, Satpol PP dan MC acara Bau Nyale juga diminta untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan selama perayaan berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa Bau Nyale tidak hanya menjadi perayaan budaya yang meriah, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kebersihan kawasan wisata harus menjadi prioritas bersama,” ujar Lendek Jayadi.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kawasan wisata di Loteng tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan. Sekaligus menciptakan budaya sadar lingkungan di tengah masyarakat. (ang)