Lombok Tengah, suararinjani.com – Semua pusekesmas yang ada di Lombok Tengah mulai menerapkan integritas layanan primer (IPL). Hal ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dan sebagai upaya untuk mempercepatr target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).
Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri menerangkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah meluncurkan transformasi sistem kesehatan dengan 6 pilar transformasi. Di antaranya adalah transformasi pelayanan kesehatan primer agar terwujudnya kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas dengan sasaran strategis melalui penerapan IPL di puskesmas dan jejaringnya.
“Pelaksanaan integrasi layanan primer (IPL)di puskesmas ini diharapkan mempercepat pencapaian target RPJMN 2020-2024, khususnya bidang kesehatan yang meliputi peningkatan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana dan kesehetan reproduksi,” ungkap H Lalu Pathul Bahri saat meluncurkan penerapan IPL di Puskesmas Puyung Kecamatan Jonggat, Rabu (21/08).
Termasuk juga penerapan IPL ini sebagai upaya untuk mempercepat perbaikan gizi masyarakat, memperbaiki pengendalian penyakit dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) hingga memperkuat sistem kesehatan dan pengendalian obat dan makanan.
Untuk dapat mengimplementasikan cara kerja yang baru dengan ILP tersebut di 29 puskesmas oleh dinas terkait sudah mulai mempersiapkan berbagai persiapan teknis.
“Seperti pengaturan tata graha puskesmas maupun peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas melalui sosialisasi dan kegiatan orientasi IPL agar puskesmas dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai siklus hidup secara terintegrasi, sesuai keputusan Menkes RI Nomor 2015 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis integrasi pelayanan kesehatan primer,” paparnya.
Pathul juga menyampaikan, kesuksesan program transformasi layanan primer melalui ILP ini juga sangat ditentukan oleh peran dan kerja sama dari lintas program dan lintas sektor terkait. Karena integrasi layanan primer ini merupakan teknis pendekatan pemberian pelayanan yang berorientasi pada pelayanan terintegrasi pada siklus hidup dan tidak lagi berbasis pada penyakit atau program.
“Ada lima klaster dalam ILP ini mulai dari klaster managemen, klaster ibu hamil, anak dan remaja, klaster dewasa dan usia lanjut, klaster surveilans dan pencegahan penyakit serta lintas klaster yang terdiri dari UGD, rawat inap, laboratorium dan hampir semua klaster dalam IPL membutuhkan peran serta lintas program dan lintas sektor,” terangnya.
Karena itu, optimalisasi peran lintas program dan lintas sektor menjadi sangat strategis dalam mensukseskan pelaksanaan ILP ini. Pihaknya juga berharap dengan launching pelaksanaan ILP ini maka seluruh puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu di Lombok Tengah ini dapat memberikan pelayanan terbaiknya.
“Tentunya pelayanan terbaik secara komperehensif bagi semua golongan umur dan siklus kehidupan di masyarakat Lombok Tengah,” harapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Suardi dalam kesempatan itu menimpali, dengan diterapkannya ILP maka kondisi kesehatan atau penyakit masyarakat mulaim dilakukan skrening tidak hanya di puskesmas tapi juga di polindes, seperti kesehatan masyarakat sebelum hamil, setelah hamil hingga sesudah melahirkan.
“Termasuk pustu kita berdayakan untuk integritas layanan primer ini dan ini lebih kepada digitalisasi juga sehingga mulai pendaftaran sampai pulang terus ada resep, maka resep itu akan terkirim ke handpone. Ini sebagai upaya kita untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal mengakses kesehatan,” timpalnya.
Penerapan ILP ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan, maka dinas lebih menggencarkan sosialisasi. Masyarakat bisa dari rumah mendaftar kalau ada menginginkan layanan kesehatan. “Semua puskesmas se Lombok Tengah mulai menerapkan ILP. Kita juga atensi masalah jaringan juga agar ILP ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.(ang)