Lombok Tengah, suararinjani.com – Pemberangkatan jamaah haji tahun 2025 ini begitu sangat amburadul. Parahnya, diketahui Bupati Lombok Tengah dan Ketua DPRD Lombok Tengah bersama puluhan jemaah calon haji asal Kabupaten Lombok Tengah (Kab.Loteng) lainnya gagal berangkat lantaran belum memiliki visa.
Masalah ini muncul lagi saat para jemaah sudah bersiap diterbangkan ke Tanah Suci Makkah. Para jemaah tak hanya mengalami kendala saat hendak berangkat, tapi juga sebelum berangkat. Jadwal mereka diundur dan bahkan ada juga yang tertukar.
Beberapa dari mereka justru ditunda pemberangkatannya lantaran belum mendapatkan visa. Dalam pemberangkatan kelompok terbang (kloter) kedua, pada Jum’at (02/05), sebanyak 52 jemaah calon haji asal Kabupaten Lombok Tengah (Kab.Loteng) gagal diberangkatkan gara-gara belum memiliki visa. Tak terkecuali di dalamnya ada nama Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri bersama istri dan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Ramdan.
Ironisnya, para jemaah ini mengetahui visa mereka belum keluar setelah sampai pada tahap pelepasan jemaah di Masjid Agung Praya. Sedianya, mereka akan diberangkatkan ke Asrama Haji di Mapak Kota Mataram. Namun, karena visa mereka belum keluar maka terpaksa mereka dipulangkan untuk sementara waktu sampai adanya informasi bahwa visa mereka sudah keluar.
Kepala Kemenag Loteng, H Nasrullah menyampaikan, dengan tertundanya pemberangkatan ini, maka direncanakan mereka akan berangkat di kloter enam. Sementara untuk memenuhi kloter pertama, Kemenag masih melakukan koordinasi bagi para jemaah yang masuk di kloter lain untuk bisa mengisi kloter dua ini.
Sedianya jamaah yang akan berangkat sebanyak 384 di luar tim pendamping haji daerah (TPHD), dokter dan perawat. Namun dari 384 ini, ternyata 52 orang jamaah belum keluar visanya hingga Jumat (02/05) kemarin.
“Tapi 52 jamaah yang tidak bisa berangkat hari ini insyaallah akan kita berangkatkan di kloter enam. Memang proses visa dari Arab Saudi belum keluar. Di kloter lainnya juga masih ada visa yang belum keluar tapi masih ada waktu untuk kita menunggu keluar visa,” ungkap H Nasrullah, Jum’at (02/05).
Ketika dikonfirmasi terkait informasi tertundanya pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) yang terkesan mendadak, pihaknya mengaku bahwa kasus penundaan pemberangkatan tidak hanya terjadi di Lombok Tengah akan tetapi skala nasional.
“Penyebabnya mungkin di Arab Saudi karena mengurus jutaan jemaah tentu sekali banyak permasalahan, tapi insyaalah pasti keluar (visa). Tahun sebelumnya juga ada terjadi (penundaan, red) tapi tidak sebanyak hari ini,” terangnya.
Untuk mengisi kekosongan 52 JCH di kloter pertama ini agar terisi kuota yang 384, maka Kemenag melakukan koordinasi dengan KBIH. Dari koordinasi itu, KBIH Al-Husna dari TGH Zainul Majdi bersedia berangkat bersama jemaahnya untuk memenuhi kekurangan di kloter kedua itu.
“Jemaah yang akan mengisi kekosongan kloter pertama dari KBIH Al-Husna ini juga JCH asal Lombok Tengah karena kita tidak mau menarik jamaah di luar kabupaten/kota. Seperti kemarin tarik ulur kita dengan Kabupaten Lombok Barat, karena kemarin Lombok Barat sampai menjelang pemberangkatan masih kurang 17 orang. Mereka minta ke kita di Lombok Tengah tapi kita tidak bisa menyiapkan jamaah sebanyak itu,” tambahnya.
Sementara Wakil Bupati Loteng, H M Nursiah menyampaikan, penundaan pemberangkatan JCH yang jumlahnya 52 orang ini disebabkan belum adanya visa. Namun direncanakan mereka yang tertunda berangkat di kloter kedua ini, akan berangkat di kloter enam pada 7 Mei.
“Bagi JCH tadi saya sampaikan bagaimanapun Indonesia ini cuacanya berbeda dengan Saudi Arabia, tapi kita yakin jamaah kita sudah persiapan jauh sebelumnya karena ada juga pendamping. Sehingga kita minta tolong para jamaah yang berangkat agar rajin konsultasi dengan nakes yang disiapkan oleh pemerintah,” harapnya. (ang)