Mataram suararinjani.com – Sejumlah calon legislatif DPP RI Dapil II NTB menyayangkan sikap Ketua DPD Partai Gerindra NTB HL Pathul Bahri yang dinilai bersikap tidak terpuji, karena diduga hanya memihak kepada salah satu Caleg DPR RI atas nama Ranya Agustyra B, padahal Partai Gerindra punya 8 Caleg DPRRI Dapil II NTB. Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Pathul Bahri, yang sehusnya merangkul semua caleg tapi yang dilakukan sebaliknya memandang sebelah mata Caleg DPR RI lain.
“Sebagai ketua DPD Gerindra NTB seharusnya bersikap netral dan mengayomi semua Caleg dan tidak boleh hanya mendukung dan memfasilitasi hanya kepada salah satu caleg, tapi yang dilakukan Fathul Bahri hanya mengayomi Ranya Agustyra K saja,” kata Iswan Caleg DPR RI Dapil II NTB saat konferensi pers bersama Caleg lainnya di Mataram Senin (12/02) .
Katanya, sikap Pathul ini membuat seluruh Caleg DPR RI yang lain merasa kecewa dan tidak dihargai oleh ketua DPD atas kerja politik selama ini. Dengan ulah ketua DPD Partai gerindra ini, Caleg DPR RI Dapil II Pulau Lombok ini tentu merasa kecewa dengan sikap Pathul Bari itu, diantaranya Iswan Abdullah, Arinta Samiktiawati, Saodah, I Wayan Karioka.
“Jelas kami kecewa dengan sikap Pathul yang tidak punya rasa tanggungjawab dan etik ini,” katanya yangt diamini Caleg lainnya.
Ia juga protes keras atas sikap ketua DPD yang tidak pernah melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh Caleg terkait langkah langkah pemenangan Prabowo Subianto dan pemenangan perolehan suara DPR RI bersama seluruh Caleg DPR RI dapil pulau lombok.
Dan protes atas sikap ketua DPD GERINDRA yang tak pernah melibatkan seluruh Caleg DPR RI yang lain dalam perencanaan dan penentuan saksi-saksi partai di seluruh TPS, sehingga sangat kuat dugaannya bahwa saksi yang ditunjuk oleh partai hanya untuk mengawal perolehan suara Rannya Agustyra K.
“Kami tidak pernah diajak konsulidasi oleh Ketua DPD Pathul Bahri selaku Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Salah satunya yakni penentuan saksi dan lainnya. “Artinya mesin partai di sini tidak berjalan dengan baik oleh ketua saat ini,” ucap Iswan.
Senada dengan dikatakan Caleg DPR RI Dapil II Pulau Lombok, Arinta, yang telah aktif di Gerindra sejak partai ini didirikan, mengungkapkan kekevewaannya. Dimana selama kampanye di Dapil, tidak pernah diundang atau dilibatkan pada setiap acara konsolidasi partai.
Seperti ketika kehadiran Sekjen DPP Partai Gerindra ke Lombok lalu, dirinya tidak mendapatkan undangan sama sekali sementara hampir seluruh Caleg diundang dan hadir.
” Kita semua berjuang di sini, untuk kemenangan Partai, bukan ego pribadi. Bagaimana Gerindra dapat mempertahankan kursi dewan DPR RI, kalau hanya perjuangan satu Caleg. Kita seperti dianaktirikan,” ungkap Arinta dengan ekspresi kekecewaan.
Untuk itu, Arinta, minta kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra untuk segera mengevaluasi kepemimpinan DPD Pathul Bahri yang dinilai tidak bisa mengayomi pengurus dan caleg sehingga berpotensi merusak citra partai.
“Dengan ini kami meminta DPP mengevaluasi kepemimpinan Pathul Bahri yang tdak mampu memimpin partai Gerindra,” pungkas Arinta.
(*)