Hidmat Puncak HADI ke 62 IPNW, Sekjend. PBNW : IPNW Buah Hati Maulana Syaikh, Pioner Keemasan Peradaban

Hidmat Puncak HADI ke 62 IPNW, Sekjend. PBNW :   IPNW Buah Hati Maulana Syaikh, Pioner  Keemasan Peradaban

Lombok Timur SR – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nadlatul Wathan (IPNW) menggelar tasyakuran Hari Jadi (Hadi) ke 62 IPNW secara hybrid (offline dan nonline), Ahad (20/02). Untuk offline dipusatkan di halaman Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Ponttren Syaikh zainuddin NW Anjani. Perayaan hari jadi IPNW ke 62 pada tahun ini diikuti oleh seluruh pengurus IPNW se Nusantara baik secara online.

“Acara tasyakuran ini sebagai bentuk rasa syukur kita atas didirikannya salah satu badan otonom organisasi Nahlatul Wathan oleh Guru Besar kita Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, di Pancor pada tanggal 19 Februari 1960,” ungkap Ketua Panitia HADI ke 62 IPNW,  Tuan Guru Bajang Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atssalist dalam laporannya.

Lanjutnya, salah satu tujuan dibentuk IPNW adalah menghimpun para pelajar/santri NW yang sedang belajar dimanapun berada guna menumbuhkan bibit-bibit kader NW yang militan, berilmu pengetahuan serta menjadi anjum-anjum Nadlatul Wathan yang sami’na wa’ata’na.

“Selain itu, untuk menyemarakkan Hari Jadi IPNW, panitia juga telah menggelar berbagai kegiatan diantara seminar nasional, lomba cover lagu mars IPNW, Lomba desain baju Seragam IPNW dan lain-lain,” tandasnya.

Dalam Sambutannya, Ketua Umum Pimpus IPNW TGH. Afharrozi menjelaskan seorang kader IPNW harus aktif dan rajin belajar, harus membekali dulu dirinya dengan ilmu pengetahuan dan dalam konteks perjuangan disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing.

“Tentunya hal yang paling urgent bagi seorang kader IPNW adalah belajar, mencintai proses perjuangan di NW, serta menjungjung tinggi adab dan akhlak karena berjuang di NW hal yang utama adalah akhlak dan adab,” jelasnya.

Dikatakan Afharrozi, pelajar itu harus tau siapa dirinya, pelajar itu harus menyadari bahwa saat ini dirinya sedang menuntut ilmu, oleh karena itu mari fokus untuk belajar berjuang, mengembangkan organisasi.

“Jangan sibuk dengan hal-hal yang tidak penting. Semoga kedepannya IPNW dapat memberikan kontribusi yang lebih kepada bangsa dan negara sebagaimana hajat dari pendirinya,” tutupnya.

Dalam amanatnya, Ketua Umum PBNW melalui Sekjennya Prof. Dr. TGH. Fahrurrazi, MA menegaskan bahwa IPNW adalah buah hati Maulana Syaikh, pionir-pionir terdepan dalam mengukir gerbang keemasan peradaban dunia pada masa depan nanti.

“Guru Besar kita almagfurulah Maulana Syaikh telah memberikan warning intelektual, bagaimana pelajar Nahdlatul Wathan harus berguru, berbakti, berjuang, mengabdi kepada agama nusa dan bangsa melalui organisasi Nahdlatul Wathan,” tegasnya. “Hal ini juga lanjutnya, dipertegas dalam Wasiat Renungan Masa. “Buka madrasah desa dan dasan, agar tersebar ajaran Tuhan, Ikatan Pelajar, PG aktifkan, Himmah Pemuda terus Tonjolkan,”sambungnya.

Lebih lanjut, Guru Besar UIN Mataram ini menegaskan bahwa pelajar-pelajar Nahdlatul Wathan itu adalah sumber perjuangan yang akan menghadirkan peradaban-peradaban bangsa. “Oleh karena itu IPNW harus mampu menjadi pelajar yang tangguh yang memiliki konsepsi-konsepsi perjuangan yang diawali dengan semangat keilmuan,” tandasnya

IPNW, katanya, harus selalu mengingat jasa orang tua, jasa guru, jasa orang-orang yang berbuat baik kepada kalian, karena itu adalah perekat kebarokahan.

“Pelajar Nahdlatul Wathan harus tangguh berjuang, pelajar Nahdlatul Wathan tidak boleh bernapsu-napsu dalam berjuang, harus bergerak bersama kompak utuh bersatu,” pungkasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post