Deli Serdang suararinjani.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, melakukan Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Pondok Pesantren al Fatih NW Sumatra Utara, pada Senin (05/01/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Dusun III Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di depan Balai Penyuluhan Pertanian setempat.
Ketua Umum PBNW didampingi Sekretaris Jenderal PB NW Prof. Dr. TG. KH. Zainal Arifin Munir. Turut serta dalam prosesi peletakan batu pertama antara lain Ketua Pimpinan Pusat IPNW RTGB Muhammad Zainuddin Atsalis, Ketua PW NW Sumatera Utara, Dr. M. Iqbal, Wakil Ketua Umum PB NW Bidang Komunikasi dan Koordinaai NW Kiai Jamhuri Karim, Wakil Ketua Umum PB NW Bidang Kerjasama dan Ekonomi, Ust. M Zainul Pahmi, serta Sekretaris PW NW Aceh Faisal Kuba,
Sementara itu, Ketua Umum PBNW Dr. TG. KH. Muhammad Zainuddin Atsani, menegaskan bahwa pendirian Pesantren NW di Medan mencerminkan komitmen PB NW dalam memperluas akses pendidikan Islam di seluruh Indonesia.
Menurutnya, lokasi pesantren yang berada di kawasan pertanian memiliki potensi strategis untuk dikembangkan secara terpadu.
“Pesantren ini berdiri di atas lahan sekitar ± 543 meter persegi, sebagai pondasi awal pembangunan dan berada di lingkungan yang bersih, sejuk, serta mudah dijangkau. Karena berdekatan dengan Balai Penyuluhan Pertanian, pesantren ini diharapkan mampu berkontribusi dengan pemerintah, termasuk dengan pengembangan SMK berbasis pertanian,” ungkapnya.
Tidak hanya bersifat simbolik, Ketua Umum dan Sekjen PB NW juga menyatakan komitmennya untuk turut membantu percepatan pembangunan pesantren dengan memberikan bantuan material berupa semen.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai tokoh NW, termasuk TGH Zakaria, yang akan mendampingi proses pembangunan, serta Kiai Jamhuri Karim, yang berpengalaman dalam pengelolaan pesantren.
Ketua PW NW Sumatera Utara, yang juga Ketua Yayasan Pondok Pesantren Alfatih Nahdlatul Wathan Sumatera Utara, Dr. M. Iqbal, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran langsung Ketua Umum dan Sekjen PB NW di Sumatera Utara.
Ia menegaskan bahwa pendirian pesantren ini merupakan tonggak penting bagi pengembangan Nahdlatul Wathan di wilayah Medan dan sekitarnya.
“Ini adalah pesantren Nahdlatul Wathan pertama di Kota Medan. Sesuai visi dan misi NW, kami bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan ekonomi. Pesantren ini berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, sebagaimana diwariskan pendiri NW, Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, alumni Shaulatiyah Makkah dan murid ulama besar Syaikh Muhammad Hasan Al-Massath,” ujarnya.
Pembangunan Pesantren Alfatih Nahdlatul Wathan Sumatera Utara ini diharapkan menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Wathan dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di Sumatera Utara. (red)