Peringati  Tahun Baru Islam 1445, Ketum PBNW :  Ada 3 Hikmah Rayakan Tahun Baru

Peringati  Tahun Baru Islam 1445, Ketum PBNW :  Ada 3 Hikmah Rayakan Tahun Baru

Lombok Timur suararinjani.com – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) merayakan tahun baru Islam 1 Muharam 1445 Hijeriyah di halaman Masjid Jamik Ma’had Darul Quran wal Hadits, Yayasan Pendidikan  Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Rabu (19/07).

Hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Musytasyar PBNW Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin AM, bersama katib Am, Dr TGH Abdul Muhyi Abidin, Ketua Umum PBNW TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, bersama Sekjend PBNW Prof. TGH Fahrurrazi Dahlan, Pimpus Badan Otonom dan Lembaga NW. Dari kalangan pejabat hadir Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lotim, Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Kapolres Lotim AKBP Hery Indra Cahyono.

Dalam sambutannya, Dandim Letkol. Bayu Sigit menyampaikan bahwa sinergitas aparat dan tokoh masyarakat mutlak karena dengan kebersamaan itu kondisi masyarakat bisa aman. Kehadiran kami dan seluruh anggota Kodim bisa diterima dan bersama-sama melakukan kegiatan dalam upaya menegakan NKRI. Sigit juga menyampaikan bahwa kantornya maupun kantor Polres terbuka untuk masyarakat menyampaikan sesuatu hal yang harus diselesaikan.

“Support dan dukungan para tuan guru, santri dan masyarakat sangat kami harapkan untuk mencapai masyarakat yang aman,” tandasnya.

Ketua Umum PBNW TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, dalam tausiyahnya, mengatakan dalam kita merayakan tahun baru Islam 1445 ini berarti kita memjulai hidup baru, karena Muharam adalah bulan pertama pada penanggalan bulan hijeriyah. Yang pasti ketika kita berada di Muharam pasti kita teringat dengan hijerahnya nabi besar Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Kota Madinah, sebagai sebuah perjalanan dalam menyebarkan Agama Islam.

“Nahdlatul Wathan tentu juga punya historis pada bulan Muharam, di mana pada 22 tahun silam juga pernah melakukan proses hijrah untuk mempertahankan dan menjaga marwah dan wibawa pendiri Madrasah NWDI, NBDI dan Organisasi NW yang didirikan ninikda Maulanassyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Kita hijrah karena Allah semata,”ucapnya.

Ia juga menyampakan, setidaknya, ada 3 hikmah yang bisa kita ambil dalam menyambut tahun baru Islam ini, diantaranya, pertama, kesempatan memulai awal yang baru. Ini kesempatan merenung masa lalu dan kesempatan untuk memperbaiki diri dalam ibadah dan akhlak. Kedua, mendalamkan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Maulanassyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, telah menjadi pelopor hijrah di Suku Sasak dari buta hurup menjadi melek hurup. Belkiau mmebangun ratusan madrasah dan masjid, sehingga diberi gelar ‘Abulmadaris wal Masajid’ (Bapak madrasah dan masjid),” tandasnya.

Ketiga, lanjutnya, pentingnya sebuah pengorbanan. Peristiwa penting yang terjadi pada Muharam adalah Hari Asyura’ menegnang pengorbanan Nabi Musa di Laut Merah, di mana Nabi Musa diselamatkan Allah SWT dari kejaran Firaun.

“Saya ingatkan kepada kita semua dalam organisasi itu juga harus berani bekorban. Kita harus taati perintah dari pemimpin kita dan itu butuh pengorbanan. Apa yang terberat dalam sebuah oragnisasi sekarang ini, yaitu Samikna wa Atokna (mendengarkan dan mentaati). Itu yang terberat. Memang ini tantangan dalam sebuah organisasi, tapi mari kita tetap selangkah seayun mencapai kejayaan Islam dan NW,”pungkasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post