Ribuan Hektare Lahan Petani Tembakau Terdampak Hujan

Ribuan Hektare Lahan Petani Tembakau Terdampak Hujan

Lombok Timur suararinjani.com – Dari data yang diperoleh Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur, sebanyak 4.245,23 Hektar lahan tembakau terdampak hujan karena kondisi cuaca yang tidak menentu beberapa waktu lalu. Pihaknya pun menyampaikan keprihatinannya lalu kemudian mengambil beberapa  langkah cepat.
“Kami dari Dinas Pertanian Lotim menyampaikan rasa prihatin terhadap cuaca yang kurang baik dalam dua tahap kemarin, dan kami akan atensi, rencana besok kami akan sampaikan hal ini ke Kementerian”, ungkap Kadis Pertanian Lotim, Sahri, saat jumpa pers pada Senin, (10/07) lalu.
Diakuinya, dari hasil pantauan tim Distan Lotim di lapangan terjadi kerusakan tembakau petani dalam tiga klasifikasi. Yakni rusak parah sedang dan ringan, namun diklaimnya masih banyak yang bahkan tidak rusak sama sekali.
“Ada kelompok tani yang justeru dengan datangnya hujan bulan ini tembakaunya justru menjadi baik,” sebutnya.
Dikatakannya, bagi petani tembakau yang melakukan penanaman sesua teknis yang di anjurkan Distan Lotim melalui penyuluh dengan membuat bedengan dan drainase, tanaman tembakaunya tidak terlalu terdampak.
Sementara yang layu  atau yang sangat terdampak menurutnya lebih kepada pola tanam yang kurang baik atau tidak menggunakan ketentuan teknis penanaman ditambah lagi tempat atau lokasi lahannya yang berada di tempat yang lebih rendah.
Dia menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan berangkat ke Kementerian guna mengupayakan asuransi bagi para petani tembakau gara bisa mengurangi kerugian saat terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti sekarang ini. Sebagaimana yang sudah didapat para petani padi melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).
“Kami berharap kedepan ada asuransi untuk para petani tembakau seperti asuransi terhadap petani padi. Sehingga ketika ada kejadian seperti ini petani tembakau tidak mengalami kerugian yang cukup besar,” tandasnya.
Kecamatan Jerowaru tahun ini menjadi daerah terdampak terparah dengan kerusakan  yakni  3,788,03 hektar. Disusul  kecamatan kedua yakni Suela dengan jumlah lahan terdampak sebanyak 336 hektare. Kecamatan Keruak dengan jumlah lahan terdampak 100 hektar, sementara sisanya masih di bawah 100 hektare.(yat)

Bagikan Berita

Share this post