Mataram SR – Panitia Hari Jadi Nahdlatul Wathan (HADI NW) ke-69 berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram menggelar Seminar Kebangsaan Bersama Tokoh Nasional yang digelar secara Hibryd pada Rabu (23/02). Kegiatan secara luring dilaksanakan di Hotel Aston Iin Mataram sedangkan secara daring dilakukan melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui Canal youtube NW online.
Tema yang diangkat dalam seminar nasional ini yaitu “Penguatan Peran Civil Society Mewujudkan Indonesia Maju dan Berperadaban”.

Adapun narasumber yang menjadi pembicara pada seminar nasional ini yakni Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed Cendekiawan dan Sekeretaris umum PP Muhammadiyah, narasumber kedua Prof. Dr. Siti Zuhro, MA. Peneliti BRIN, selanjutnya Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA. Sekretaris PBNW dan Direktur Pascaserjana UIN Mataram, narasumber keempat Prof. Dr. Galang Asmara, M.Hum Akademisi Universitas Mataram, DR. KH Adib M. Ag Direktur Urais Bimas Islam Kemenag RI dan terakhir Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abdidin, MA. Rektor UNW mataram dan Katib ‘am PBNW. Sementara itu yang menjadi moderator dalam seminar ini yakni Dr. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd.
Pada hari berikutnya, Sabtu (26/02) juga berlangsung Seminar Ke NW an. Luringnya di Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, dan darinnya mellaui zoom meeting dan disiarkan canal youtube TVNW.
Kegiatan Semeniar ini diikuti oleh semua Perwakilan Pengurus Nahdlatul Wathan dari 34 Provinsi dan berawa perwakilan Nahdlatul Wathan di Luar negeri seperti dari Malyasia, Mesi, Yaman, dan Mekkah Mukarromah.
Dalam Sambutan pembukaan PBNW, Maulana Syaikh TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia penyelenggara HADI Nahdlatul Wathan Ke-69 yang telah berupaya menggelar seminar kebangsaan dan ke NW an, Bersama tokoh-tokoh nasional. Ia juga berpesan bahwa dalam berjuang di Nahdlatul Wathan harus dimulai dari hati yang yakin ikhlas dan istiqomah.

“Bapak Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memulai perjuangan beliau dari hati yang ikhlas sehingga inilah menjadi modal utama dalam perjuangan di Nahdlatul Wathan,”ungkapnya.
“Triologi perjuangan di Nahdlatul Wathan yakni, yakin, ikhlas dan Istiqomah. Itulah modal perjuangan di NW,” Papar Maulana Syaikh Zainuddin Atsani.
Sementara itu, narasumber dari LIPI, Prof. Dr. Siti Zuhro menilai tema yang diangkat oleh Panitia HADI NW Ke-69 sangat tepat karena ini merupakan tema yang sangat substansial dengan kondisi bangsa Indonesia saat sekarang ini. Dia meniliai bahwa bangsa Indonesia saat sekarang ini sedang dalam keadaan lunglai dalam memperjuangkan demokrasi. Sementara actor peran Civil Society justru banyak yang ikut terlibat menjadi penguasa dalam institusi-institusi atau lembaga-lembaga dalam negara. “Indonesia mengalami kualitas demokrasi karena pada era saat sekarang ini dibatasi untuk berpendapat,” tandasnya.
Diakhir penyampaiannya, Zuhro, juga tidak lupa memberikan selamat dan sukses atas terselenggaranya HADI NW ke-69.
Selanjutnya Prof. Dr. Abdul Mu’ti menilai bahwa Civil Society merupakan bentuk cerminan masyarakat madani yang memiliki ciri utama masyarakat yang beriman, masyarakat berilmu pengetahuan, masyarakat mematuhi hukum, dan masyarakat yang berilmu pengetahuan. Belaiau juga menyinggung peran masyarakat sipil di awal kemardekaan Indonesia yang tidak bisa dinapikan perannya dalam perjuangan kemeredekaan trutama organisasi-oragnisasi Islam seperti NU, Muhammadiah dan NW.
“Bagaimana peran tokoh NW Bapak Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Maulansayaikh punya jasa besar dalam merebut kemeredekaan RI,”ungkap Sekjend PP Muhammadiyah ini.

Sedang dalam Seminar Ke NW an, Ketua Divisi Seminar panitia HADI ke 69, Ketua Pimpus ISNW Dr HM Mugni, dalam laoprannya memaparkan kegiatan seminar-seminar ini dilaksanakan bekerjasama dengan UNW Mataram dan IAIH NW Lotim. Dengan UNW Mataram kita menggelar Seminar Kebangsaan, sedang Seminar Ke NW an dengan IAIH NW Lotim mengambil tema ‘Penguatan Ke NW an dengan Subtema Napak Tilas Peristiwa NW. Di saming itu juga seminar dikaksanakan PW NW Sulut dan Pimda dan Pimwil MUSLIMAT NW NTB.

Menurutnya, kedepannya harus ada tema baku yaitu penguatan ke NW an sehingga para kader lebih paham dan menghayati perjuangan, kepada para peserta mari kita ikuti seminar ini dengan baik.
“Semoga kegiatan seminar ini dapat menambah wawasan ke NW an kita, menambah motivasi, keikhlasan dan keistiqomahan dalam berjuan di Nahdlatul Wathan,” tandasnya.
Pembicara dalam Seminar Ke NW an, Sekjend. PBNW Prof. Dr TGH Fahrurrazi, Ketua Umum Pimpus ISNW DR Mugni, M.Pd., TGH L Anas Hasyri, TGH Solehadin, Lc, Wakil Sekjend. PBNW H Syamsu Rijal MM., Ketua LEBAH NW M Ikhwan SH., dan TGH Burhanuddin S.Ag. (vin)