OLEH: H. FAHRURROZI DAHLAN. QH. [ALUMNI MDQH ANGKATAN KE-33-GURU BESAR UIN MATARAM-WAKIL KETUA PBNW].
PROLOG
معهد القران بنا # فادخلوا طالبين
بسلام آمنين # نهضة الوطن فينا.[مولاناالشيخ محمد زين الدين عبد المجيد الانفنانى المشهور]
فى ساحة العلم له معهد # لا يبرح الطلاب فى ظله [مولاناالحبيب النسيب العلامة السيد أمين الكتبى رحمه الله تعالى].
Ma’had DQH NW hadir dalam ruang dan waktu yang tepat dalam upaya merestorasi karakter anak bangsa [Ishlahiyyat al-ajyál],
Secara sosiologis, kemudian saya sebut Sosiologi Ma’had DQH NW: Beberapa kondisi yang dianggap sebagai kekuatan Ma’had Darul Quran wal hadis Nahdlatul Wathan di Anjani.
Pertama: MDQH NW upaya mewujudkan kemandirian lembaga kajian khusus kitab kuning [kutub atturats] yang didukung tingginya pastisipasi masyarakat dalam mengembangkan MDQH NW ini.
Kedua: Kepemimpinan kharismatik yang dimiliki oleh tuan guru/kyai haji/ sebagai produk MDQH NW menjadi target dan sasaran tujuan yang diinginkan oleh pendiri MDQH NW, al-Maghfurlahu Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid al-Anfanány al-Masyhur.
Ketiga: Jaringan alumni MDQH NW dalam jalinan kekeluargaan yang masih kuat terjalin sampai saat ini, bahkan terorganisir dalam wadah IMAM NW [Ikatan Mutakhharijin/Jat Ma’had NW].
Keempat: Solidaritas jaringan alumni MDQH dalam menopang eksistensi dan pengembangan MDQH NW dalam segala dimensi kehidupan dan bidang keilmuaan.
Kelima: Penguatan keilmuan dan sanad keilmuan yang terus dikembangkan dan dijadikan sebagai role model MDQH NW sebagai penopang dan penjaga orisinalitas peradaban keilmuan turats dan kajian saintifik yang telah mulai terintegratif.
DINAMIKA MA’HAD DQH NW HARI INI:
Perubahan bentuk atau transformasi kelembagaan ma’had yang bermula dari: Kuttab (كتاب) Maktab (مكتب) kemudian menjadi Ma’had (معهد) yang terasramakan dalam satu ikatan kekuatan kebersamaan yang kemudian menjadi istilah Santren (Lombok), Surau,Langgar,. Santren tidak hanya tempat ngaji tetapi tempat menyampaikan pesan-pesan agama sehingga menjadi Pesantren: pesan-pesan yang TREN dengan sistem sorogan, ngaji tokol, Kemudian istilah bekerbung, lalu berkembang menjadi Ma’had yang berfungsi sebagai; Sebagai tempat membuat komitmen (العهد) al-Uhdu bukan al-Ahdu, juga sebagai tempat mewariskan warisan kenabian
(توريث الورثة النبوة)
Dan juga Mahad sebagai tempat reproduksi ulama intelektual.Juga memelihara peradaban islam
الحفظ الثقافة الحضارة الاسلامية.
MA’HAD DQH NW PILAR UTAMA DALAM MEMPERKUAT KELEMBAGAAN ISLAM.
المعهد هو مؤسسة تعليمية تُعنى بتعليم العلوم الدينية والشرعية، ويلعب دورًا هامًا فى تربية الطلاب والطالبات على القيم الإسلامية والروحانية. تأثير المعهد فى تربية الطلاب والطالبات يمكن أن يكون كبيرًا فى عدة مجالات:
تأثير المعهد دار القران والحديث المجيدية الشافعية نهضة الوطن فى تربية الطلاب والطالبات
١. تعزيز القيم الإسلامية: يساهم المعهد فى تعليم الطلاب والطالبات القيم الإسلامية والأخلاق النبيلة، مما يساعدهم على فهم دينهم وتطبيقه فى حياتهم اليومية.
٢. تنمية الفهم الديني: يوفر المعهد فرصة للطلاب والطالبات لتعلم العلوم الدينية والشرعية، مما يعزز فهمهم للدين ويعزز إيمانهم.
٣. تطوير الشخصية: يساعد المعهد في تطوير شخصية الطلاب والطالبات من خلال تعليمهم الصبر، والانضباط، والالتزام، والاحترام للآخرين.
٤. بناء العلاقات الاجتماعية: يوفر المعهد بيئة اجتماعية للطلاب والطالبات للتفاعل مع أقرانهم ومعلميهم، مما يساعدهم على بناء علاقات اجتماعية صحيحة.
٥. توفير بيئة آمنة: يوفر المعهد بيئة آمنة ومأمونة للطلاب والطالبات ليتعلموا وينموا دون خوف أو قلق.
أهمية المعهد فى تربية الطلاب والطالبات
– يساهم فى بناء جيل من الشباب المسلم المتعلم والملتزم بقيم دينه.
– يعزز من فهم الطلاب والطالبات لدينهم ويساعدهم على تطبيق القيم الإسلامية فى حياتهم.
– يساعد فى تنمية مهارات الطلاب الاجتماعية والشخصية، مما يمكنهم من التفاعل بشكل إيجابي مع مجتمعهم.
بشكل عام، يلعب المعهد دورًا حيويًا في تربية الطلاب والطالبات وتأهيلهم ليكونوا أفرادًا صالحين في المجتمع.
KONTRIBUSI MDQH NW dalam Membentuk Karakter Anak Bangsa.
MDQH NW adalah institusi yang berfokus pada pendidikan agama dan syariah, dan memainkan peran penting dalam membentuk karakter thullab/tholibát [Mahasiswa-mahasiswi] berdasarkan nilai-nilai Islam dan spiritualitas. Pengaruh lembaga pendidikan dalam membentuk karakter thullab/tholibát dapat sangat besar dalam beberapa aspek:
Pengaruh MDQH NW terhadap pengembangan pendidikan:
1. Mengembangkan Nilai-Nilai Islam: MDQH NW berperan dalam mengajarkan thullab/tholibát nilai-nilai Islam dan akhlak mulia, sehingga membantu mereka memahami agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Meningkatkan Pemahaman Agama: Lembaga pendidikan memberikan kesempatan kepada thullab/tholibát untuk mempelajari ilmu agama dan syariah, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang agama dan memperkuat iman mereka.
3. Mengembangkan Kepribadian: Lembaga pendidikan membantu mengembangkan kepribadian thullab/tholibát melalui pengajaran tentang kesabaran, disiplin, komitmen, dan menghormati orang lain.
4. Membangun Hubungan Sosial: Lembaga pendidikan menyediakan lingkungan sosial bagi thullab/tholibát untuk berinteraksi dengan teman-teman dan guru, sehingga membantu mereka membangun hubungan sosial yang sehat.
5. Menyediakan Lingkungan yang Aman: Lembaga pendidikan menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi thullab/tholibát untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut atau khawatir.
Pentingnya MDQH NW dalam Membentuk Karakter thullab/tholibat.
– Membantu membangun generasi muda Muslim yang berpendidikan dan berkomitmen pada nilai-nilai agama.
– Meningkatkan pemahaman thullab/tholibát tentang agama dan membantu mereka menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
– Membantu mengembangkan keterampilan sosial dan kepribadian thullab/tholibat, sehingga mereka dapat berinteraksi positif dengan masyarakat.
Secara umum, lembaga pendidikan memainkan peran vital dalam membentuk karakter thullab/tholibat dan mempersiapkan mereka menjadi individu yang baik dalam masyarakat.
Ma’had DQH NW adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, seorang ulama dan tokoh Islam terkemuka di Indonesia.
Ma’had DQH NW.
– Didirikan pada tahun 1965 oleh Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kemudian pindah secara organisatoris NW ke Kalijaga kemudian ke Anjani pada tahun 1999 setelah ada huru hara Pancor kelabu.
– Ma’had DQH NW awalnya didirikan sebagai pesantren untuk mengajarkan ilmu agama Islam dan pendidikan umum.
– Lembaga ini berkembang pesat dan menjadi pusat pendidikan Islam yang penting di wilayah Nusa Tenggara Barat.
– Lembaga ini juga berfokus pada pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya manusia.
– Ma’had DQH NW menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia, dengan fokus pada pendidikan karakter dan pengembangan kepribadian thullab/tholibat.
ORIENTASI MA’HAD DARUL QURAN WAL HADIS DALAM PENGKADERAN SUMBER DAYA INSANI YANG HANDAL DAN SMART.
– Ma’had DQH NW bertujuan untuk mendidik generasi muda menjadi pemimpin yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas.
– Lembaga ini menawarkan program pendidikan dengan jenjang setingkat perguruan tinggi, dengan fokus pada pendidikan agama Islam dan ilmu pengetahuan umum.
– Kegiatan di Ma’had DQH NW meliputi pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan potensi thullab/tholibat.
Peran dan Pengaruh MDQH NW dalam segala dimensi kehidupan beragama dan berbangsa.
60 tahun sudah Ma’had DQH NW telah menorehkan kegemilangan dan kemajuan dalam menggembleng pejuang agama dan bangsa yang secara umum dapat dilihat dalam dimensi sebagai berikut: –
Pertama: Ma’had DQH NW telah memainkan peran penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kedua: Lembaga ini telah melahirkan banyak alumni yang menjadi tokoh masyarakat, ulama, dan pemimpin di berbagai bidang.
Ketiga: Ma’had DQH NW terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi thullab/tholibat untuk menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.
EPILOG:
ختامه مسك
Ma’had Darul Quran wal Hadis al-Majidiyyah al-Syafiiyyah kini terus menjadi penyebar ilmu dan hukum syariat, penyubur makmur iman taqwa yang sehat, ma’had pembimbing umat dan masyarakat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Ma’had pencetak kader ulama kiyai.
Kader muballigh yang terampil dan berbudi.
Ma’had bukan tempat mengejar pangkat dan kursi. Ma’had tempat menuntut ilmu rabbul izzati.
Ma’had banyak masuk di madrasah shaulatiyah. Madrasah tertua di tanah suci Makkah. Banyak berhasil jadi ulama syariah. Menjadi penegak ahlussunnah wal jamaah. Kalau sudah mendapat ijazah ma’had. Jangan banggakan ijazah kertas mengkilat. Berusaha lagi agar sampai mendapat, ijazah termulia ijazah masyarakat. [Mars Azzikrol Hauliyyah]