Gandeng LPMP, PD PGNW Lotim Gelar Bimtek Kurikulum Merdeka

Gandeng LPMP, PD PGNW Lotim Gelar Bimtek Kurikulum Merdeka

Lombok Timur SR – Pimpinan Daerah Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW) Lombok Timur menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka selama 3 hari mulai dari 24-26 April 2022 di Ruang Auditorium Kiyai Hamzanwadi II kampus IAIH NW Lombok Timur, Ahad, (24/04).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari MoU Pimpinan Wilayah PGNW NTB dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi NTB dalam rangka meningkatkan kompetensi guru-guru Nahdlatul Wathan terutama dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar pada masing-masing lembaga pendidikan NW.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan NTB melalui Kepala Tata Usaha LPMP NTB Dra. Hj, Sri Supriani, mengapresiasi PGNW karena ini adalah Bimtek pertama kali yayasan bekerjasama dengan LPMP terkait dengan pengembangan SDM.

 “Prinsip Kurikulum Merdeka bagaimana guru melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, merdeka disini diartikan sebagai keleluasaan, siswa diberikan keleluasaan dalam belajar demikianpun guru diberikan keleluasaan dalam merancang ataupun menesain pembelajaran,” ungkapnya. “Sekali lagi orientasi pembelajaran pada siswa, kita ciptakan suasana pembelajaran dimana para siswa senang belajar,” tambahnya.

Peserta Bimtek Kurikulum Merdeka yang diadakan Pimpinan daerah Persatuan Guru Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Lanjutnya, menurut data yang melakukan pendaftaran di aplikasi Kurikulum Merdeka, sekolah-sekolah yang dari Lombok Timur menjadi penggerak dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, hampir setengah dari sekolah yang di NTB berasal dari Lombok Timur, sehingga sangat tepat sekali PGNW Lombok Timur melakasanakan Bimtek ini. “Meskipun kita akui dari Kemenag sendiri belum ada surat, edaran yang menekankan sekolah/madrasah untuk menerapkan kurikulum merdeka ini,” ucapnya.

Katanya, implementasi Kurikulum Merdeka ini ditujukan untuk siswa-siswa di masing-masing jenjang pendidikan, tingkat TK yang kelas B, sedangkan tingkat SD siswa kelas I dan kelas 5 untuk SLTP kelas 7 dan untuk tingkat SLTA kelas 10.

“Inilah kelas siswa yang akan menerapkan kurikulum merdeka, kendati tidak menutup kemungkinan bapak/ibu guru dapat memberikan pengimbasan ke guru-guru yang lain, ilmu itu akan lebih bernilai jika kita bagikan kepada yang lain,” tandasnya

Dipaparkan juga, Bimtek yang dilaksanakan oleh PGNW dan LPMP ini dilaksanakan dalam bentuk in-on, hari ini kita in selama 3 hari dari 24-26 April, nanti setelah lebaran kita lanjutkan dengan kegiatan on mulai tanggal 10-12 Mei 2022. “Sehingga total jam Bimtek ini sebanyak 32 jam pembelajaran,” pungkasnya.

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (Pimus PGNW) Lale Yaqutunnafis, dalam pidatonya saat membuka kegiatan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka menegaskan, merdeka belajar ini menekankan kepada minat dan bakat siswa, jadi kita di lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan harus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan tertama kepada para santri-santri kita.

“Kami sangat yakin bapak/ibu guru Nahdlatul Wathan dapat melaksanakannya, bagimana mengasah, mengasuh para santri-santri kita sehingga mereka para siswa tetap dengan karakter santri dan bertanggung jawab dengan ide yang mereka munculkan sendiri,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dekan FKIP Universitas NW ini menjelaskan salah satu keunggulan Kurikulum Merdeka diantaranya lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus kepada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya, sedangkan bagi guru, bapak/ibu guru akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik, demikian halnya dengan satuan lembaga pendidikan kita. “Madrasah memiliki wewenang untuk mengembangkan  dan mengelola kurikulum sesuai dengan karakteristik santri dan madrasah kita,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Bq. Diah Trisna, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PGNW yang telah melaksanakan bimtek kurikulum merdeka yang diluncurkan oleh Mendikbudristek. “Iini hal yang luar biasa dan sangat inovatif. Kami saja di Dinas Pendidikan Lombok Timur belum melaksanakan Bimtek Kurikulum Merdeka, rencananya akan kami laksanakan setelah lebaran,” ucapnya.

Lanjutnya, kendati terbilang baru, tetapi Kurikulum Merdeka ini harus dilaksanakan di setiap lembaga pendidikan karena ini adalah salah satu strategi pembelajaran di era digitalisasi saat ini. Kita rasakan dan alami sendiri dahsyatnya era digital saat ini. “Kita harus siap dengan perubahan dan teknologi saat ini,” tandasnya.

Dikatakan, untuk jenjang sekolah menengah pertama di Lombok Timur dari 253 sekolah baru sekitar 193 sekolah yang sudah memilih opsi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. “Kami akan tetap mendorong lembaga-lembaga pendidikan untuk terus berinovasi dengan Kurikulum Merdeka,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama kepala Kantor Kementrian Agama Lombok Timur, yang diwakili Kasi Penmad, Mahyudin, dalam sambutannya menganalogikan Kurikulum Merdeka dengan alat transfortasi sepada, becak dan mobil, maka mobillah yang paling cepat, dan jika diibaratkan mobil yang menjadi Kurikulum Merdeka. “Pemerintah meyakini bahwa Kurikulum Merdeka yang dianggap paling cepat dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional jika dilihat dari kemajuan IPTEK saat ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Bimtek Abdussalim, menjelaskan kegiatan bimtek diikuti oleh guru di lingkungan pondok pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani dan perwakilan guru dari masing-masing lembaga pendidikan NW se kabupaten Lombok Timur.

Pada kesempatan tersebut, Abdussalim  juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang telah membantu sampai terlaksananya kegiatan bimtek ini terutama kepada Pimpus PGNW dan LPMP NTB.

“Semoga semua bentuk suport dan bantuan bapak ibu tercatat sebagai amal jariah oleh allah SWT. Mudah-mudahan dengan adanya bimtek ini dapat meningkatkan kompetensi dan pengembangan potensi guru-guru Nahdlatul Wathan dapat ditingkatkan,” tandasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post