Lombok Tengah, SR – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 06 Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Kab.Loteng) akan berevolusi menjadi SMP_IT Anak Yatim, dimana hal tersebut menjadikan sekolah ini pelopor pertama di Provinsi Nusa Tengara Barat (Prov.NTB).
Awalnya karena menimbang perkembangan sekolah SMPN 06 Jonggat, di Desa Labulia yang kondisinya stagnan dengan serapan peserta didik yang bisa dihitung jari setiap ajaran baru, oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng pun berinisiasi mengambil tindakan revolutif untuk mengalih fungsi sekolah tersebut menjadi SMP berbasis IT sebagai Lembaga Pendidikan khusus anak yatim dan golongan tidak mampu pertama di NTB.
Bupati Loteng, HL.Pathul Bahri, S.Ip, saat berkunjung ke sekolah tersebut, mengungkapkan bentuk intervensi ke SMPN 06 Jonggat demi kebermanfaatan yang lebih besar di masa depan. Sekaligus wujud mempertahankan komitmen dalam memperhatikan anak yatim. ”Anak yatim investasi yang menjanjikan, kita patut menaruh harapan dan kepercayaan pada mereka yang memiliki potensi besar jadi generasi unggul, ” kata Bupati.
Banyaknya anak yatim yang cerdas, pintar, berilmu dan penghafal Qur’an. Maka, perlu diasah, asih, asuh mengingat tidak ada lagi tempat bergantung karena orang tua tiada. Dengan begitu perlu diberikan ruang dan kesempatan luas untuk diberdayagunakan, yang mana hampir 12.000 anak yatim di Loteng.
Sehingga kedepan lanjutnya, lembaga ini diatensi dapat mencetak siswa berprestasi dan juga Hafidz Qur’an. Selanjutnya direncanakan juga untuk membangun klinik kesehatan di tempat yang strategis secara ngompleks. “Saya akan sekolahkan di kedokteran beberapa delegasi anak yatim dari tengah, utara, timur, selatan, barat. Dipersiapkan jadi solusi kesehatan semua anak yatim dan masyarakat umum,” ungkapnya.
Adapun skema pembiayaan pembentukan SMP_IT itu nantinya akan menggandeng BAZNAS Loteng. Dimana, alokasi anggaran penyaluran zakat anak yatim sebanyak 2,5 milyar yang bergulir setiap tahun dimomentum Rahman dan Rahim Day. Sebagiannya akan digunakan untuk biaya operasional Lembaga ini. Ditambah lagi hasil pengumpulan shodaqoh yang sudah berjalan di sekolah-sekolah dan ditunjuk sebagai pengelola yakni berasal dari unsur Yayasan Peduli Anak Yatim Piatu.
Kepala sekolah SMPN 06 Jonggat, M. Zaky Nurzam, menyambut suka cita wacana Pemda. Mengingat kondisi yang sangat miris seperti istilah ”hidup segan mati tak mau”. Dikesempatan itu, ia menyodorkan hasil inventaris kebutuhan krusial sekolah antara lain tembok keliling dan penambahan gedung asrama, dan fasilitas pendukung lainnya.
Tidak ketinggalan Kades Labulia, Mahjat, pun ikut mendukung penuh karena menurutnya ini merupakan cita-cita bersama dan sudah tentu pula pelaksanaannya harus diupayakan bersama-sama. ”Kami telah lama berkoordinasi dengan pihak terkait soal bagaimana langkah terbaik dalam hal memajukan SMPN 06 Jpnggat, dan akhirnya perjuangan kami terjawab sudah berkat campur tangan langsung Pak Bupati. Terimakasih,” syukurnya.
Terakhir ditegaskan, kalau dalam hal Pemdes pun nantinya akan siap turut ambil peran sentral, membantu pembangunan sesuai kapasitasnya. (ang)
Pertama di NTB, SMPN 06 Jonggat Akan Berevolusi Jadi SMP_IT Anak Yatim