Lombok Timur, suararinjani.com – Untuk mensuport program Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Green Orry Language Centre (GLC) dan MTs. Mu’allimin NW Anjani, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman di Aula Utama GLC Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Senin (12/12).
Direktur GLC, Zohri Rahman, menyampaikan, langkah MoU tersebut dilakukannya sebagai pemantik agar para lembaga pendidik yang bernaung dalam Dinas Pendidikan (Dikbud) Lombok Timur juga ikut dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Lebih lanjut, Zohri menyampaikan, GLC sendiri untuk mensuport program english camp tersebut telah menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat tinggal yang bisa menampung 117 orang.
Ditempat tersebut ia menyambut baik apa yang dilakukan MTs. Mu’allimin NW Anjani yang melakukan karantina siswanya untuk digodok berbahasa Inggris. “Selamat datang adik-adik sekalian di Kampung Inggris GLC,” ucapnya.
Zohri menerangkan, selama tinggal dan mengikuti English Camp di GLC, para peserta akan mendapatkan fasilitas seperti 3x makan, loundry, dan berbagai fasilitas pendukung yang lainnya.
“Para pelajar fokus hanya untuk belajar dan tidak memikirkan yang lain didalamnya. Oleh karenanya, nantinya wali murid dari para siswa dibolehkan melakukan kunjungan hanya di minggu ke 2 di hari minggu saja,” ucapnya.
English Camp dari para siswa MTs Mu’allimin NW Anjani nantinya akan di mulai hari ini (Senin red.) dan berakhir dalam 1 bulan ke depan.
“Cara pembelajarannya pun anak didik hanya boleh menggunakan bahasa Inggris selama di area GLC,” ungkap Zohri.
Di tempat yang sama, Kepala MTs. Mu’allimin NW Anjani, H. Husnul Abror menekankan agar orang tua siswa jangan khawatir dengan program Eglish Camp yang dijalankan tersebut.
“Silahkan orang tua menjenguk nanti, hingga semua pihak akan tahu bagaimana caranya kita mendidik dan di mana itu. Mengenai waktu belajar memang mereka sudah terbiasa 24 jam untuk belajar selama di pondok,” terangnya.
Dikatakannya juga, langkah MoU tersebut dilakukannya untuk meniru apa yang dilakukan GLC dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Hingga kedepannya akan dibuatkan juga konsep kampung Inggris seperti yang ada di GLC.
“31 santri yang akan dibina, dimana ini merupakan anakan pertama dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh yang lain. Dimana nantinya kita akan buat kampung Inggris seperti ini dan ini merupakan percontohan untuk ke depannya,” pungkasnya. (vin)