Sumbawa Besar SR – Pada Jum’at (18/03) lalu bertempat di Jembatan Samota Dusun Omo Desa Penyaring Kec. Moyo Utara, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersilahturahmi dengan pemilik lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Shrimp Estate tambak udang modern.
Sakti Wahyu Trenggono dalam pemaparannya mengatakan bahwa yang menjadi penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat, adalah bagaimana ekonomi masyarakat itu diciptakan disuatu daerah dan memberi manfaat yang besar bagi daerah tersebut.
“Sebanyak Rp. 7,2 Triliun telah dikucurkan untuk pembangunan di atas lahan seluas 500 Hektar,”ungkapnya.
Kata Menteri, jika produktivitasnya mencapai tingkat yang paling tinggi berdasarkan perbandingan seluruh dunia yaitu 40 ton per hektar. “Jadi untuk memenuhi tingkat yang paling tinggi maka pembangunan tambak ini harus dibangun secara modern sesuai dengan standar dan kaidah-kaidah, dan yang pastinya akan dibangun sesuai dengan shrimp estate,”jelasnya.
Dalam diskusi singkat tersebut pun Menteri juga mengatakan bahwa pentingnya hak dari pemilik lahan. Ditegaskan juga bahwa masing-masing akan mendapat perlakuan yang berbeda. “Pemilik lahan akan mendapatkan bagi hasil yang angkanya masih dalam proses penghitungan. Kemudian tenaga kerja yang juga merupakan pemilik lahan beserta keluarganya,” terangnya.
Targetnya, kata Menteri, jika dalam satu kali panen mendapatkan hasil sebesar 1 juta maka nantinya diharapkan hasil panen berikutnya mendapatkan hasil 10 juta. Jadi intinya untuk memenuhi target dari 10 juta tersebut adalah dibutuhkan soliditas, kerjasama antar pemilik lahan, Pemerintah Daerah, Komisi IV DPR RI dan semua pihak agar pembangunan ini berjalan dengan baik dan lancar. “Kepada kontraktor untuk mempekerjakan tenaga local,”pintanya.
Sedangkan dari konsep yang dibawa sesuai dengan perintah Presiden RI, bagaimana distribusi ekonomi ini dapat terealisasikan ke seluruh daerah yang ada di wilayah Indonesia, tidak lagi menjadi java sentris namun menjadi Indonesia sentris.
“Pembangunan ekonomi yang dimulai dari pambangunan ekonomi sektor budaya yang harapannya nanti mulai dari pabrik pakan, pengelolahan hasil, produksi, penjualan yang akan dilakukan di daerah ini,” pungkas Menteri.
Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, mendukung penuh pembangunan shrimp estate. Ia pun berharap kedepannya pembangunan ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Sesuai dengan permintaan Pak Menteri Kelautan dan Perikanan, kami akan berupaya untuk menyiapkan sebanyak 1000 hektar lahan,”janjinya.
Pada akhir acara silahturahmi tersebut sebagai penutup yaitu pembacaan deklarasi pernyataan dukungan yang dibacakan oleh Sukiman yang merupakan perwakilan masyarakat dari Desa Kukin, Desa Penyaring dan Desa Baru Tahan, yang isi pernyataan dukungan tersebut sebagai berikut: Setuju dan mendukung Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi Berbasis Kawasan.Setuju dan ikut serta membangun terlaksananya proses tambak udang terintegrasi kawasan.
Acara Silahturahmi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviny, S.Pd.,M.Pd, Anggota DPR RI, H.Muhammad Syafruddin ST, H Johan Rosihan ST, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq, dan wakil Ketua DPRD Kab Sumbawa Nanang Nasiruddin SA.M.M.Inov., Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho SIK, Kasdim Sumbawa, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq, dan wakil Ketua DPRD Kab Sumbawa Nanang Nasiruddin SA.M.MInov.,Kepala OPD serta sebagian masyarakat kecamatan Moyo Utara sebagai pemilik lahan. (ruf/bgs)