Museum Sumbawa Siap Jadi Pusat Edukasi dan Ekonomi

Museum Sumbawa Siap Jadi Pusat Edukasi dan Ekonomi
Sumbawa Besar, suararinjani.com – Museum Bala Datu Ranga (MBDR) di Sumbawa siap menjadi pusat edukasi dan ekonomi, setelah menggelar Pelatihan Penyusunan Rencana Strategis dan Peta Jalan Organisasi pada Jumat-Sabtu, (14-15 Maret 2025). Acara ini menghadirkan para ahli untuk membahas pengembangan museum yang efektif.
Direktur Museum Bala Datu Ranga  (MBDR) Yuli Andari Merdekaningtyas MA mengatakan tujuan pelatihan Penyusunan Renstra MBDR ini adalah untuk memperkuat visi dan misi museum sehingga dapat diturunkan dalam program publik dan kebijakan pengembangan koleksi. Karena museum yang baik dimulai dengan adanya deskripsi koleksi yang jelas, pesan Kebudayaan yang tegas untuk Pemajuan Kebudayaan.
“Pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas staf museum Bala Datu Ranga agar dapat terarah secara pemikiran dan perencanaan,”ujarnya.
Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari menekankan pentingnya kepemimpinan yang inovatif dan kreatif dalam mengelola museum. Kepemimpinan di sebuah museum sangat urgen karena itu kunci untuk pengembangan atau kemajuan di sebuah museum.
“Manakala seorang pemimpin museum atau manajer-museum / direktur museumnya itu punya berbagai pemikiran yang inovatif, kreatif dan out of the box maka itu akan bisa menginspirasi stafnya untuk bisa bergotong-royong mendukung kemajuan museum,” jelasnya Sabtu (15/03).
Kemudian lanjutnya sejatinya kemajuan museum itu bukan terletak pada satu orang saja atau kiprah seorang pemimpin tetapi juga sistem yang terbangun di dalam museum itu. Diantaranya, bagaimana semangat kegotong royongannya, kolaborasi dengan masyarakat sekitar, komunitas, kampus dan juga dengan jejaring yang skalanya tidak saja di lokal tapi regional maupun internasional sangat dibutuhkan untuk perkembangan sebuah museum.
Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Hidden Heritage Creative Hub, Nova Farida Lestari, menyampaikan pentingnya strategi pengembangan museum (museum development plan) dan program publik yang berdampak.
“Museum diharapkan dapat berperan sebagai agen pembangunan ekonomi dan perubahan sosial,” cetusnya.
Ditegaskannya pengembangan museum tidak hanya sebagai penjaga warisan budaya tapi bagaimana museum bisa membantu menjadi agen pembangunan ekonomi masyarakat dan perubahan sosial.
Dirinya menyampaikan strategi pengembangan museum atau museum development plan, dan cara museum bisa menghasilkan program publik yang berdampak. “
Jadi museum ini harus turut membantu dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat di sekitarnya dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal ujar Nova yang juga member dari Komite Internasional untuk pendidikan dan aksi budaya Dewan Museum Internasional.
Sementara itu dari Pemerintah Daerah Sumbawa melalui Kabid Kebudayaan Fithriati, di arena pelatihan menjelaskan bahwa Pemda Sumbawa tetap menunjukkan komitmennya dengan memberikan dukungan anggaran untuk Museum Bala Datu Ranga.
Pemda Sumbawa sangat konsen dalam pengembangan museum, buktinya tahun ini Bala Datu Ranga mendapatkan support untuk penulisan dan pengkajian terhadap story telling dan penataan terhadap koleksi yang anggarannya lumayan sekitar tadinya Rp.100 juta tapi karena ada refocusing dan  efisiensi menjadi sekitar 70-an juta. tapi paling tidak bahwa Pemda ada kepedulian terhadap cagar budaya.
“Yang paling utama sebagai bukti keseriusan diantaranya telah di lakukan review Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) agar menjadi Renstra dalam pengembangan kebudayaan di daerah Sumbawa,” jelasnya.
Demikian pula rencana penataan kawasan cagar budaya kota Sumbawa sedang diupayakan. Penataan kawasan cagar budaya Kota ini perlu dilakukan karena Sumbawa merupakan salah satu dan pencetus dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia.
“Jadi kita harus membuktikan bahwa kita benar-benar konsen terhadap pengembangan kebudayaan,” jelasnya.
Dirinya memberikan apresiasi atas pelatihan ini yang menunjukkan upaya kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan museum di Sumbawa.
“Kami mengapresiasikan Museum Bala Datu Ranga dan Indonesia Hidden heritage creative hub yang telah membantu mengembangkan potensi museum di daerah,’ ujarnya.
Kabid Kebudayaan menyambut baik adanya gagasan dan tantangan agar Museum Bala Datu Ranga dapat menjadi salah satu museum yang terpandang, dan memiliki mimpi besar seperti Museum Bahari Jakarta karena kita  juga punya Istana Dalam Loka.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan museum di Sumbawa. Mendorong pengembangan museum sebagai pusat edukasi, budaya, dan ekonomi,” pungkasnya. (ruf/bgs)
Bagikan Berita

Share this post