Gelar Hiziban dan Kajian, Pemuda NW Wujudkan Insan Cendekia dan Melek Politik

Gelar Hiziban dan Kajian, Pemuda NW Wujudkan Insan Cendekia dan Melek Politik

Lombok Timur suararinjani.com – Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Hiziban dan Kajian Pemuda NW dengan tema “Pendidikan dan Politik: Perspektif Pemuda NW,” di Aula Yayasan Pontren Al Ikhlas NW Bagik Payung Selatan Kecamatan Suralaga, Sabtu (06/06/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari kalangan Pemuda NW se Pulau Lombok ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga NTB DR Syamsul Hadi dan Anggota DPRD Provinsi NTB H Syamsu Rijal.

Kadis Dikpora NTB, mengungkapkan Pemuda Nahdlatul Wathan harus menjadi generasi ‘Santri Cendekiawan’ yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memahami konstitusi dan kebijakan publik, terutama yang menyangkut dunia pendidikan.

Menurutnya, Pemuda adalah satu komponen yang tidak bisa dipisahkan dari perjuangan pendidikan, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu komponen yang sangat penting itu, kita juga sangat berharap ada kontribusi dari para pemuda, bersinergi bersama pemerintah membangun pendidikan.

“Banyak sekali PR-PR pendidikan kita di NTB akan kita selesaikan. Pemuda juga harus berkontribusi untuk merumuskan bagaimana pendidikan berkualitas  di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan sinergitas yang dibangun antara pemuda dan pemerintah,” ujarnya.

Anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra, H Syamsu Rijal menegaskan Pemuda NW melek politik, karena politik itu memiliki dampak luas dalam menentukan kebijakan publik.

Katanya, bahaya yang mengancam pemuda akhir zaman awan politik, adalah menjadi korban kebijakan karena tidak melek politik, menjadi sarjana apolitis yang abai terhadap APBN pendidikan.

“Jadi kalau kita tidak masuk dalam politik dan tidak faham politik, tentu mudah diperdaya. Buta Politik sama artinya kita tidak tahu soal APBN/APBD, nggak tau UU Pendidikan. Ujungnya jadi korban,” tandasnya.

“Yang paling juga sebagai Pemuda NW harus terdepan dalam menyukses program PBNW dan kompak utuh bersatu sehingga apa yang menjadi tujuan PBNW bisa tercapai,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PW Pemuda NW NTB Hasanah Efendi,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan dan politik dalam pandangan Pemuda NW harus sejalan sehingga kader muda NW tidak terjebak dengan penyebaran hoax. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu dan pemahaman politik.

“Politik tanpa pendidikan sama dengan Buzzer emosional, gampang diadu domba dan ikut menyebarkan hoax. Jadi, politik tanpa pendidikan melahirkan ghibah politik,” tegasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post