Progres Jalan Tahun Jamak, PUPR Lotim Optimistis Rampung November 2026

Progres Jalan Tahun Jamak, PUPR Lotim Optimistis Rampung November 2026

Lombok Timur suararinjani.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur mencatat progres fisik pembangunan jalan melalui skema penganggaran tahun jamak telah mencapai 36,37 persen hingga awal Mei 2026.

Kepala Dinas PUPR Lombok Timur Ahmad Dewanto Hadi memastikan seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai sesuai masa kontrak pada November 2026.

“Pengaspalan tetap berjalan, bersamaan dengan itu pekerjaan bahu jalan beton dilakukan bertahap di beberapa ruas yang sudah selesai diaspal. Lebar bahu jalan sekitar 60–70 sentimeter di kiri dan kanan ruas,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (21/05/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan telah memasuki tahap pengaspalan permukaan. Namun, beberapa titik masih menunggu penyelesaian pekerjaan bahu jalan menggunakan beton ready mix.

Menurutnya, keterlambatan pengerjaan bahu jalan dipengaruhi antrean pasokan material dari pabrikan. Tingginya permintaan ready mix pada triwulan kedua, baik untuk proyek di Lombok Timur maupun luar daerah, menyebabkan distribusi material dilakukan secara bertahap.

Dewanto menegaskan, pekerjaan bahu jalan beton sangat penting untuk menjaga ketahanan konstruksi jalan. Pasalnya, elevasi aspal baru lebih tinggi dibanding kondisi sebelumnya sehingga membutuhkan penguatan di sisi jalan.

“Tanpa penguatan bahu jalan, perbedaan elevasi tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan di tepi badan jalan,” jelasnya.

Dari total penanganan sekitar 165 kilometer ruas jalan dalam paket tahun jamak, sekitar 45 hingga 50 kilometer di antaranya telah selesai diaspal. Sementara pekerjaan lain masih berlangsung secara simultan di sejumlah titik, seperti pembangunan talut irigasi, pemasangan blok pada deker, hingga penebaran lapisan pondasi jalan. Meski terdapat kendala distribusi material, Dewanto optimistis seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

“Memang bertahap karena menunggu suplai ready mix, tetapi kami optimistis selesai sesuai jadwal November 2026,” katanya.

Selain fokus pada progres pekerjaan, Pemkab Lombok Timur juga mulai membahas aspirasi masyarakat terkait sejumlah ruas jalan yang belum masuk dalam paket awal pembangunan, khususnya di wilayah Kalijaga Timur.

Dewanto mengakui masih ada beberapa ruas yang belum terakomodasi. Namun, pemerintah daerah berupaya memasukkan tambahan pekerjaan melalui pemanfaatan sisa tender tahun sebelumnya sesuai arahan pimpinan daerah.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas PUPR bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tengah membahas perubahan Peraturan Daerah terkait skema tahun jamak guna menyesuaikan alokasi anggaran pada 2026.

Meski terdapat penyesuaian per tahun anggaran, total nilai program dipastikan tetap sesuai rencana awal, yakni Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dan Rp32 miliar untuk pembangunan gedung serbaguna.
Berdasarkan data terakhir, panjang jalan kabupaten di Lombok Timur mencapai 1.211 kilometer. Sebelum program tahun jamak dilaksanakan, tingkat kemantapan jalan berada di kisaran 65 persen.

Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kemantapan jalan hingga mencapai 70 persen melalui program tahun jamak yang dipadukan dengan dukungan pembangunan dari APBN, termasuk penanganan ruas Pemotong–Kotaraja.

Dewanto menambahkan, standar lebar jalan pada proyek yang didanai APBN mencapai tujuh meter. Sementara untuk ruas jalan kabupaten, lebar jalan bervariasi antara lima hingga enam meter dengan menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan.

Bagikan Berita

Share this post