Kado Istimewa Wisuda ke 29, IAIH NW Lotim Terima Izin Program Magister PAI

Kado Istimewa Wisuda ke 29, IAIH NW Lotim Terima Izin Program Magister PAI

Mataram suararinjani.com – Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Lombok Timur, DR. TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, membuka Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda XXIX progam sarjana di Hotel Lombok Raya Mataram, pada Selasa (12/08/2026).

Dalam Wisuda XXIX IAIH NW Lotim sebanyak 645 diwisuda yang berasal dari tiga fakultas yaitu fakultas tarbiyah, fakultas syariah dan fakultas dakwah dan enam program studi (prodi) dengan rincian  sebagai berikut,  Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 312 orang, Program Studi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebabyak 87 orang, dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 84 orang. Sedangkan dari prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebanyak 85 orang Prodi Ahwalul Syakhsiyah (AS) sebanyak 32. Dari  dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah sebanyak 42 orang.

Sambutan Menteri Agama, yang diwakili Staff Khusus Bidang Kerjasama Luar Negeri, H Gugun Gumiler P.hD., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran IAIH NW Lombok Timur. Dalam orasinya, ia membawa kabar optimistis dengan menargetkan IAIH Hamzanwadi NW Lombok Timur untuk bertransformasi menjadi universitas pada tahun ini.

“Nusa Tenggara Barat, wabilkhusus Nahdlatul Wathan, kita harapkan terus memperkuat diri menjadi barometer pendidikan di kawasan Indonesia Timur. Kita harus melipatgandakan kualitas sumber daya manusia agar siap menghadapi bonus demografi. Dengan potensi yang ada, Kementerian Agama mendorong dan menargetkan alih status institusi ini menjadi universitas tahun ini,” tegas Gugun Gumilar.

Sebagai generasi pelanjut, kata Gugun, teruslah belajar untuk meningkatkan sumber daya manusia. Teruslah bergerak dan berfikir untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berkemajuan. Tugas kita adalah mempersiapkan masa depan Bangsa Indonesia, dengan pendidikan.

“Kita sudah memasuki bonus demografi dan puncaknya pada tahun 2030 di mana ada 60% penduduk Indonesia adalah usia produktif dari usia 17 tahun sampai ke usia 40 tahun. Estafet kepemimpinan harus terus berlajut,” tegasnya.

Rektor IAIH NW Lotim Dr. KH L Gede Muhammad Zainuddin Atsani, menyampaikan selamat kepada para wisudawan-wisudawati atas pencapaian hari ini. hasil ini tidaklah mudah diraih, butuh waktu, tenaga dan biaya dikeluarkan.

“Selamat dan sukses anak-anakku. Teruslah belajar dimana pun berada. Jangan puas dengan apa yang diraih hari ini. Keberhasilan menyelesaikan ini menjadi awal menuju kesuksesan di masa mendatang,” ucapnya.

Sebagai wujud nyata memfasilitasi semangat belajar tersebut, Rektor memaparkan bahwa IAIH NW Lombok Timur saat ini telah memiliki program Pascasarjana.

“Guna meningkatkan mutu akademik pada jenjang magister tersebut, institusi juga telah melakukan kerja sama strategis dengan Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Internasional Islam Indonesia Dalwa,” jelasnya.

Rektor, juga menyampaikan di IAIH NW Lotim sudah keluar izin dari menteri Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Agama Islam. Ia juga menyampaikan akan secepatnya mengubah status IAIH NW Lotim menjadi universitas sehingga lebih banyak peluang untuk membuka prodi-prodi umum.

“Bagi alumni IAIH yang melanjutkan S2 di IAIH NW Lotim  kami akan memberikan banyak kemudahan, termasuk mahasiswa yang berprestasi akan kami berikan beasiswa juga,”imbuhnya.

Ia juga berpesan gara para wisudawan agar menjaga nama baik kampus di mana saja berada, dan terus mengembangkan ilmu yang diperoleh sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ilmu yang kita raih selamai ini.

“Jaga almamater di tengah masyarakat. Tetap berbakti kepada orang tua, guru dan yang berjasa dalam hidup kali,” tutupnya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kopertais 14 Bali-Nusra, Prof. Dr. Sayyid Ali Jadid al Idrus, M.Si, mengatakan jangan berpuas diri dengan apa yang diraih sekarang ini. Teruslah berkembang dan menjadi calon ilmuan andal di masa mendatang.

“Kita di NW itu punya ilmu yang bersanad dari maha guru kita almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sampai ke Rasulullah SAW,” tegasnya. “Maka bertekadlah mulai hari ini bahwa kalian yang akan menjadi pengganti dan penerus peradaban kelimuan di masa mendatang,”sambungnya.

Menurut Prof Ali, ada dua problematik yang tidak bisa tersentuh oleh moderasi yaitu kecerdasan spritual dan kecerdasan sosial. “Inilah yang diajarkan di Nahdlatul Wathan,” ungkapnya.

Rangkaian Wisuda XXIX kemudian ditutup dengan pidato perwakilan wisudawan, pemberian penghargaan kepada Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abadul Madjid, atas kontribusinya kepada negara dan perjuangan Nahdlatul Wathan.

Hadir dalam wisuda tersebut, Ulama dari Makkah Dr Syaikh Mustafa, Kopertais XIV Bali-Nusra, civitas akademika IAIH NW Lotim dan sejumlah tamu undangan. (vin)

Bagikan Berita

Share this post