Lombok Barat suararinjani.com – Tingkat inflasi di Kabupaten Lombok Barat terpantau melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) diangka -1.85 persen pada Minggu ke 4 bulan Juni 2026. Diketahui angka ini dipicu kenaikan harga bahan pangan seperti gula pasir, udang basah dan bawang putih. Perihal tersebut menjadikan tren positif dibandingkan dengan rilisan per bulan februari 2026.
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan, kepada seluruh anggota TPID Kabupaten Lombok Barat untuk bisa menurunkan tingkat kemiskinan yang terjadi melalui kolaborasi dan koordinasi yang terus dijalin.
Melalui ruang pertemuan dan diskusi, diharapkan dapat memunculkan inovasi dan perencanaan yang terarah, dalam menyikapi permasalahan masyarakat terutama di bidang ekonomi dan kesejahteraan.
“Indikator kemiskinan ini, kita harapkan tidak meningkat tetapi kita yakinkan kepada masyarakat bahwa kita mampu menjalankannya. Semoga roda ekonomi masyarakat berputar dan pertumbuhan ekonomi meningkat yang kemudian kemiskinan kita juga bisa menurun,” ujarnya, di ruang kerjanya pada Rabu
(29/7/26).
Dikatakannya, ada empat hal yang harus dilakukan dalam mengendalikan tingkat inflasi yakni, keterjangkuan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
“High Level Meeting ini sebagai sarana membangun komunikasi efektif untuk menemukan gagasan yang baik dari para peserta, sehingga inflasi daerah dapat dikendalikan, terutama dalam rangka menyambut hari besar keagamaan nasional,” papar Umi Nurul.
Karenanya, aggota TPID Kabupaten Lombok Barat harus mampu mengendalikan sehingga ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat, tidak terlalu tinggi harganya tetapi dapat dijangkau pada segi harga. Terutama bahan pokok lokal seperti beras lokal atau komoditas strategi, seperti ayam pedaging, daging sapi dan telur sangat laku pada saat hari besar nasional keagamaan.
“Harapannya High Level Meeting ini dapat menghasilkan berbagai pemikiran positif yang dapat diaplikasikan dimasyarakat dan dukungan dari pihak Bank Indonesia yang selama ini memiliki program yang selaras dalam pengendalian inflasi di daerah khususnya kabupaten Lombok Barat,” tutupnya. (W@N)