Gelar Studium Generale, Pascasarjana IAIH NW Lotim Hadirkan Dr Syaikh Musthofa dari Makkah

Gelar Studium Generale, Pascasarjana IAIH NW Lotim Hadirkan Dr Syaikh Musthofa dari Makkah

Lombok Timur suararinjani.com – Pascasarjana Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Nahdlatul Wathan Lombok Timur NTb menggelar Studium Generale di Auditorium Ummuna Hj St Raihanun ZAM kampus setempat pada Sabtu (22/08/2026).

Hadir sebagai pembicara Dosen Luar Biasa IAIH NW Lombok Timur dari Makkah al Mukarromah Dr. Syaikh Musthofa Abi Zayyan Al-Tilimsani, yang diterjemahkan Dr. TGH Ahmad Syarqawi Ramdani, MA.,  dengan tema  “Tasawuf dan Pendidikan Islam: Dari Tazkiyah al-Nafs Menuju Pembentukan Manusia Berilmu dan Beradab”.

Menurut Syaikh Musthofa, pendidikan Islam tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang proses pembentukan manusia yang memiliki kebersihan jiwa, kedalaman spiritual, serta kemuliaan akhlak.

default

Dalam perspektif Islam, tasawuf memiliki tujuan yang lebih mendalam, yakni tazkiyat al-nafs atau penyucian jiwa tanpa ada kotoran dalam hati kita.

“Ilmu yang dipadukan dengan tazkiyah diharapkan melahirkan insan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beradab, berakhlak, dan mampu menempatkan ilmu dalam jalan pengabdian kepada Allah SWT,”katanya.

Tasawuf, kata salah satu ulama’ terkemuka di Makkah ini,  memiliki peran penting dalam proses tersebut. Ia mengajarkan bagaimana ilmu tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dihayati dan diwujudkan dalam pembentukan hati, akhlak, dan perilaku.

“Dari sinilah pendidikan Islam menemukan orientasinya: membentuk manusia yang berilmu sekaligus beradab,” jelasnya.

Sebelumnya, Rektor IAIH NW Lotim, Dr. TGKH Lalu Gede Muhmmad Zainuddin Atsani, menyampaikan kegiatan kuliah umum ini sebagai bentuk keseriusan kampus dalam memberikan peningkatan keilmuan kepada mahasiswa sebagai sebuah keniscayaan dalam keberlangsungan sebuah peradaban.

Ia juga menjelaskan Tasawuf yang diajarkan Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, adalah tasawuf yang lurus yaitu mulai dari Syariat, Thariqat, Haqiqat, Ma’rifat” tapi tetap di rel Qur’an-Hadits dan menangkal paham tasawuf menyimpang.

Studium Generale ini diikuti calon mahasiswa pascasarjana, mahasiswa IAIH NW Lotim, dosen dan guru di lingkup Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. (red)

Bagikan Berita

Share this post