Lombok Timur suararinjani.com – Katib ‘Am Dewan Musytasyar PBNW Dr. TGH Abdul Muhyi Abidin, menekankan kepada semua snatri NW khususnya santri yang belajar di Yayasan Pontren Fathul Muin NW Montong Tangi, dalam belajar mengikuti jejak Pendiri Organisasi NW, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, soal ketekutan dan kegigihan menuntut ilmu selama menjadi pelajar.
“Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, sepanjang serah yang kita baca dan dengar, saat beliau belajar, baik di Lombok maupun di Madrasah Assaulatiyyah Makkah, sangat tekun, disiplin dan semangat yang kuat, sehingga beliau menjadi seorang Sultonul Auliya atau raja para wali. Nah, ini yang harus ditiru oleh santri NW dalam belajar,” katanya dalam amanat pada Harja ke – 5 Yafama NW Montong Tangi, pada Selasa (25/08/2026).
Dr Muhyi, yang juga Wakil Ketua Baznas Prov. NTB ini juga mengingatkan santri NW dalam belajar jangan lupa membawa alat tulis saat menjadi penuntut ilmu. Apapun yang didengar saat belajar harus ditulis, agar saat kita lupa tentang pelajaran yang telah lalu, bisa kita buka kembali.
Ia juga memberikan semangat juang dan keteguhan dalam berorganisasi kepada jemaah NW yang hadir agar tradisi-taradisi Maulanasyaikh semasa hayatnya, yang ditinggalkan supaya terus dilestarikan karena itu cara kita menjaga peninggalan dan perjuangan guru besar kita.
“Apa yang diajarkan guru besar kita almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Majid, seperti menghadiri majlis taklim, membangun madrasah, belajar dan bersolawat itu harus terus kta lestarikan. Karena salah satu amal jariah yang akan mengalir kendati kita sudah meninggal dunia adalah amal membangun masjid dan madrasah untuk menuntut ilmu,”pungkasnya.
( Penulis Tim Mahasiswa PKL Fakultas Dakwah IAIH NW Lotim)