Visa Worker Australia Tidak Ada, Pemda Lotim Kembali Ingatkan Warga Tidak Percaya Calo

Visa Worker Australia Tidak Ada, Pemda Lotim Kembali Ingatkan Warga Tidak Percaya Calo

Lombok Timur suararinjani.com – Terkait Visa Tenaga Kerja (Worker Visa) kerjasama antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia di bidang ketenagakerjaan hingga saat ini belum ada. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Tenaga kerjaan Dan Transmigrasi kembali untuk kesekian kalinya mengimbau agar warga masyarakat  tidak mudah percaya dengan Perusahaan penempatan Tenaga Kerja Australia. Agar tidak lagi ada aduan calon pahlawan devisa karena gagal berangkat.

“Kerjasama Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia belum ada. Kalaupun ada oknum oknum tekong atau sponsor yang menjanjikan visa itu tidak benar”, tegas Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim, M.Hairi Kamis, (28/03).

Pemberangkatan Tenaga Kerja ke Australia tambah M.Hairi, belum di bolehkan oleh Pemerintah Indonesia sampai dengan saat ini. Mengingat hingga saat ini belum ada legal formal atau MoU yang diterima antara kedua negara untuk proses pengiriman tenaga kerja seperti negara negara Asia lainnya. Kemudian ada SK turunan yang di terima Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai syarat utama yang membuka izin perekrutan oleh perusahaan.

Masih kata M.Hairi dari informasi yang diterima, memang ada pemberangkatan ke Australia tapi menggunakan visa sekolah ataupun holiday visa yakni dengan tujuan melancong. Tapi setelah yang bersangkutan masuk di Australia, ternyata sudah ada yang menjembataninya untuk kemudian dipekerjakan baik dari pihak kerabat maupun keluarga yang memang sudah lama sekolah atau menetap dan bekerja di Australia.

“Memang informasi yang kami terima prakteknya visanya visa sekolah atap visa melancong tapi ada yang nunggu disana kerabatnya atau keluarganya yang sudah bekerja”, bebernya.

Tapi, Disnakertrans meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan cara-cara seperti itu mengingat banyaknya calon pekerja migran Indonesia yang  berujung dideportasi atau masuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Tapi kalau bisa jangan, karena banyak yang di kembalikan banyak yang berujung TPPO”, pintanya.

Lebih jauh disampaikannya, untuk saat ini ada beberapa negara di Asia yang sudah memiliki Legal formal atau menjalin kerjasama dengan Indonesia. Seperti Negara Tujuan favorit Malaysia, Brunei Darussalam dan Arab Saudi dan negara negara lainnya seperti Korea dan Jepang.

Hingga saat ini beredar di media sosial dan beberapa tempat yang menawarkan visa Australia dengan cara-cara yang cukup menjanjikan. Oleh karenanya, imbauan Pemerintah Daerah melalui Disnakertrans terus digalakkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak menyesal dikemudian hari. (Yat)

Bagikan Berita

Share this post