Lombok Tengah, suararinjani.com – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah menyelidiki dugaan keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun kasus keracunan MBG tersebut menimpa ratusan siswa di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah ( Kab.Loteng), Jum’at (11/09/2026).
Berselang tidak lama setelah terjadinya peristiwa keracunan oleh kepolisian pada hari itu juga tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama tim Inafis Polresta Loteng pun telah menerjunkan personel untuk memeriksa lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan Penyelidikan berfokus pada dapur penyedia makanan, yakni SPPG Mekar Bersatu Yayasan Budi Sain Mangkling.
Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Loteng, Kombes Pol Haryanto, mengatakan , bahwa pemeriksaan teknis di lokasi pembuatan makanan telah dilaksanakan.
“Untuk dapur sudah ada dari Reskrim, dari Inafis tadi sudah ngecek ke sana, sudah dilakukan olah TKP, dicek semuanya,” tegas Kapolresta Loteng.
Selanjutnya dijelaskan pihaknya, kini kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dan perkembangan penyelidikan di lapangan. Dimana berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, tercatat sebanyak 352 siswa menjadi korban dalam peristiwa ini.
Diketahui para siswa yang terdampak berasal dari beberapa sekolah, diantaranya SDN Repok Puyung, SDN Beber, dan MTs Qudwatun Hasanah atau SDN Mertak Sambidaya. Korban rata-rata mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah setelah mengonsumsi sajian MBG.
Akibat hal itu segera seluruh korban saat tu juga langsung dilarikan ke empat fasilitas kesehatan guna mendapatkan perawatan darurat, yakni Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Bagu, Puskesmas Pringgarata, dan Puskesmas Mantang.
Tidak lupa Hariyanto menyampaikan apresiasi atas penanganan cepat yang diberikan oleh tim medis dan jajaran puskesmas.
“Terima kasih kepada Puskesmas yang sudah menangani semuanya dan kesigapan daripada perawat-perawat maupun dokter-dokter yang ada di Puskesmas. Alhamdulillah adik-adik kita bisa ditangani dengan cepat dan baik,” ungkapnya.
Saat ini sebagian besar siswa sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing- masing dan diimbau kepada para orang tua agar segera membawa anak mereka kembali ke puskesmas jika masih ada keluhan kesehatan.
“Alhamdulillah sampai saat ini sudah banyak kembali ke rumah masing-masing. Tapi dari pihak Puskesmas apabila ada keluhan silahkan lagi ke Puskesmas agar kembali mendapat pengobatan,”. tutur Haryanto. (ang)