PDAM Loteng Gelar Shalat Istisqa, Santuni Anak Yatim, dan Ratusan Tangki Air Bersih Disalurkan

PDAM Loteng Gelar Shalat Istisqa, Santuni Anak Yatim, dan Ratusan Tangki Air Bersih Disalurkan

Lombok Tengah, suararinjani.com — Di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih, ratusan pegawai Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani (PDAM Lombok Tengah) menggelar shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Jum’at (23/10).

Shalat meminta hujan tersebut berlangsung di halaman Kantor Pusat PDAM Lombok Tengah (Loteng) dan dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual jajaran PDAM Loteng dalam menghadapi musim kemarau yang menyebabkan penurunan produksi air di sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Direktur Utama PDAM Loteng, Bambang Supratomo, mengatakan shalat Istisqa dan doa bersama merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga dengan wasilah kita shalat Istisqa di lapangan ini, diberikan keberkahan dan diturunkan hujan,” ujar Bambang.

Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung saat ini tidak hanya memengaruhi ketersediaan sumber air baku, tetapi juga berdampak terhadap pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan.

Karena itu, selain melakukan berbagai langkah teknis, PDAM Loteng juga mengajak seluruh pegawai memperbanyak doa dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Di tengah kondisi kekeringan, PDAM Loteng terus melakukan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat dan pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Bambang mengungkapkan, sepanjang musim kemarau ini, sebanyak 75 tangki air bersih bersama BPBD, dan 60 tangki permintaan masyarakat melalui PDAM, sehingga total 135 tangki air bersih telah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan dan pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Loteng.

“Pelayanan bantuan air bersih untuk masyarakat Loteng yang terdampak kekeringan terus dilakukan melalui kerja sama dengan BPBD Loteng,” jelasnya.

Menurut Bambang, bantuan air bersih menjadi salah satu langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan akibat penurunan debit sumber air.

PDAM juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi produksi dan distribusi di sejumlah SPAM agar pelayanan kepada pelanggan tetap dapat diupayakan secara optimal. Produksi Air Menurun, PDAM Terapkan Distribusi Bergilir

Bambang mengakui musim kemarau telah menyebabkan penurunan kapasitas produksi pada beberapa SPAM yang dikelola PDAM Lombok Tengah. Kondisi tersebut mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian pola distribusi air melalui sistem pelayanan bergilir.

Kebijakan ini dilakukan agar air bersih yang tersedia dapat didistribusikan secara lebih merata, termasuk kepada pelanggan yang berada di wilayah hilir jaringan perpipaan.

“Dengan kondisi penurunan produksi di beberapa SPAM saat ini, kami memberlakukan jadwal bergilir agar pelayanan air bersih dapat merata sampai ke hilir,” ungkapnya.

Tidak lupa Bambang pun mengimbau seluruh pelanggan agar menggunakan air secara bijaksana dan tidak melakukan pemborosan. Selain itu, pelanggan diminta menyiapkan tempat penampungan sebagai cadangan air bersih ketika jadwal distribusi belum tiba.

“Kami mohon pelanggan bijak menggunakan air dan menyiapkan bak penampungan sebagai persediaan air bersih saat tidak mendapat giliran pelayanan,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi perusahaan akibat berkurangnya ketersediaan air baku selama musim kemarau.

Adapun shalat Istisqa tersebut dipimpin Ustaz Mustaan, yang sekaligus bertindak sebagai imam dan khatib. Dimana dalam khotbahnya, Mustaan mengajak seluruh jamaah menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istigfar, dan melakukan introspeksi diri.

Ia mengingatkan bahwa setiap ujian kehidupan hendaknya dihadapi dengan kesabaran, doa, dan usaha yang sungguh-sungguh.

“Ketika kita mendapatkan bencana, sesungguhnya bencana yang paling berat adalah bencana hati yang tidak baik. Itu lebih berbahaya daripada bencana kekeringan, banjir, maupun gempa bumi,” ungkapnya.

Menurut Mustaan, manusia hendaknya tidak hanya memikirkan persoalan lahiriah, tetapi juga memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia pun mengajak jamaah memperbanyak permohonan ampun serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita introspeksi diri dan memperbanyak istigfar kepada Allah. Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, niscaya Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Serta pentingnya membiasakan istigfar, terutama pada waktu menjelang subuh, sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT,” paparnya.

Selain melaksanakan shalat Istisqa, PDAM Loteng juga menggelar santunan kepada anak yatim. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian doa bersama sekaligus wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat. (ang)

Bagikan Berita

Share this post