Lombok Timur suararinjani.com – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demo di Kantor Bupati Lombok Timur pada Selasa (05/05/2026).
Dalam aksi itu, massa menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai belum ada penyelesaian. Sejumlah tuntutan disampaikan, diantaranya terkait polemik MBG di Lombok Timur yang dinilai belum ada kejelasan penyelesaian.
Selain itu, massa juga menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dianggap belum menemukan arah yang jelas.
Sorotan tajam juga ditujukan pada kerjasama antara BUMD dengan perusahaan air swasta. Massa menilai kerjasama tersebut tidak transparan dan berpotensi merugikan kepentingan publik.
Di sektor pendidikan, Cipayung Plus menilai masih banyak persoalan mendasar, terutama terkait kesejahteraan guru. Mereka menyoroti rendahnya gaji guru, khususnya guru honorer, yang dinilai jauh dari kata layak.
“Di hari ini kami menuntut pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan nasib guru. Jangan sampai guru diperlakukan tidak adil dan dikesampingan” teriak pentolan Cipayung Plus, Husain pada Selasa (05/05/2026).
Massa aksi sempat memasuki Halaman Kantor Bupati Lombok Timur dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Bupati H Haerul Warisin, (H Iron), namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Kondisi tersebut menuai kekecewaan dari demonstran. Mereka menilai sikap pemerintah daerah khususnya Bupati H Haerul Warisin terkesan abai terhadap aspirasi masyarakat.
“Ini bukan pertama kalinya Bupati (Haerul Warisin) tidak menemui aksi dari mahasiswa. Bupati tidak pernah menemui massa,” tegas salah satu orator aksi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Terakhir massa menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang mereka suarakan hingga mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah. (fri)