Lalu Usman Ali Sukses Jalani Ujian Tertutup dan Promosi Doktor di UNS

Lalu Usman Ali Sukses Jalani Ujian Tertutup dan Promosi Doktor di UNS

Surakarta, suararinjani.com – Promovendus Lalu Usman Ali berhasil menjalani ujian tertutup dan sidang promosi doktor pada Program Studi S3 Pendidikan IPA, Universitas Sebelas Maret. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan di Aula Pascasarjana FKIP UNS pada Senin (03/05/2026), dan berlangsung dengan khidmat serta penuh apresiasi dari para penguji.

Dalam sidang tersebut, Lalu Usman Ali mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Problem Based Contextual Learning (PBCL) Bermuatan Etnosains untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa.”

Disertasi ini menawarkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan berbasis masalah dengan konteks lokal berbasis etnosains, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Indonesia.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Ketua Penguji Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si.; dengan Sekretaris Penguji sekaligus Kaprodi S3 Pendidikan IPA yaitu Prof. Sulistyo Saputro, M.Si.,Ph.D.; Turut hadir sebagai penguji pakar luar dari Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Prof. Dr. Heru Kuswanto, M.Si; serta penguji pakar dalam yaitu Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si.

Selain itu, tim promotor yang mendampingi promovendus terdiri dari Prof. Drs. Suranto, M.Sc.,Ph.D., sebagai promotor dan Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si., sebagai kopromotor, yang juga bertindak sebagai anggota penguji dalam sidang tersebut.

Dalam pemaparannya, promovendus menekankan bahwa model PBCL bermuatan etnosains mampu menjembatani pembelajaran sains dengan kearifan lokal, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep ilmiah secara abstrak, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi sains sekaligus mengasah keterampilan berpikir kreatif peserta didik.

Para penguji memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah yang dihasilkan, terutama dalam pengembangan model pembelajaran inovatif yang relevan dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini. Diskusi ilmiah berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan disertasi.

Dengan keberhasilan tersebut, Lalu Usman Ali resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Pendidikan IPA. Capaian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan sains, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam pembelajaran modern.

Ketua Penguji menyampaikan selamat kepada saudara Lalu Usman Ali sebagai Doktor ke 61 Prodi S3 Pendidikan IPA dan Doktor ke 390 di FKIP Universitas Sebelas Maret.

“perlu kami sampaikan bahwa saudara promovendus dinyatakan lulus dan meraih Doktor tanpa ujian terbuka karena memenuhi syarat yaitu publikasi ilmiah di jurnal ilmiah bereputasi (Q1 atau Q2) dan menghasilkan produk-produk luaran penelitian lainnya sebagaimana Peraturan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 22 Tahun 2024 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister Dan Program Doktor,” ungkap Ketua Penguji yang juga Wakil Dekan III FKIP UNS.

Selanjutnya, para penguji memberikan pesan dan kesan serta memberikan selamat kepada promovendus atas ujian tertutup dan promosi doktor saudara promovendus.

Promovendus menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan dan peluang yang diberikan dalam menempuh studi di S3 Pendidikan IPA Universitas Sebelas Maret dan dan Alhamdulillah pada Bulan Pendidikan ini bisa memberikan torehan tinta sejarah untuk pendidikan.

“Terima kasih atas dukungan dari semuanya seperti dukungan pendanaan dari BIB-LPDP RI, Rektor dan Dekan FTK serta pimpinan di UIN Mataram, keluarga (ortu, istri dan anak-anak), tentunya rekan-rekan seperjuangan di Prodi, dan lain-lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu,” ungkap promovensud.

Katanya, banyak hal positif yang kami dapatkan di salah satu kampus terbaik di Indonesia ini yang selalu bertengger di 10 besar kampus terbaik nasional dan Asia, seperti budaya akademik yang positif, karakter budaya yang kuat, pelayanan yang maksimal dan kekeluargaan, dan banyak hal posistif yang kami pelajari disini.

“Saya mohon doa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan ilmunya bermanfaat,” tegas Lalu Usman Ali.

Sidang promosi ini tidak hanya menjadi puncak perjalanan akademik promovendus, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pengembangan inovasi pendidikan berbasis etnosains di Indonesia.*

Bagikan Berita

Share this post