Lombok Timur suararinjani.com – Perguruan Salafi Ma’had Darul Quran wal Hadits (MDQH) al Majidiyah Assyafiiyah Nahdlatul Wathan di Anjani, menggelar Cukuran Massal bagi thullab baru dan Pengijazahan Kitab Calon Mutakharrijin dan Mutakharrijat ke-61, di halaman Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Rabu (26/08/2026).
Acara ini menjadi momentum penting bagi thullab tholibat baru dan mutakharrijin dan mutakharrijat yang akan menyelesaikan pendidikan di MDQH NW Anjani.
Dalam pengajian yang disampaikan oleh Syaikh Musthofa, ia menegaskan bahwa kegiatan yang dijalankan hari ini merupakan salah satu bentuk kebaikan yang harus terus dijaga.
”Apa yang kita jalankan pada hari ini adalah salah satu kebaikan yang kita lakukan. Oleh karena itu, selamat kepada tullab/tholibat baru dan selamat juga kepada mutakharrijin dan mutakharrijat yang akan tamat pada tahun ini. Kalian telah menempuh pendidikan di MDQH NW Anjani,” ujarnya.
Syaikh Musthofa juga memberikan pesan pentingnya semangat menuntut ilmu tanpa henti. Menurutnya, ilmu tidak mengenal kata “tamat”.
”Kalian sudah belajar di sini, sudah belajar tafsir, hadis dan kitab-kitab lainnya. Ilmu itu tidak ada istilah tamat karena ilmu itu sama dengan nafas yang keluar masuk. Amalkan ilmunya dan berjuang terus,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Syaikhul Ma’had, yang juga Amidu Mahad, Dr. TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, menyampaikan prosesi cukuran ini adalah tradisi yang ditinggalkan oleh Pendiri Ma’had DQH NW Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sejak awal berdirinya. Hal ini dimaksudkan supaya thullab baru yang akan belajar di Ma’had ini harus bersih mulai dari lahir dan bathin.
“Ini (cukuran red) adalah tradisi pendiri Mahad Ninikda Maulanassyaikh dan tetap kita lestarikan dengan niat semoga kebersihan lahir ini berdampak pada kebersihan bathin dalam menuntut ilmu di Mahad,” ujarnya.
Setelah usai pengijzahan kitab, dilanjutkan dengan Baiat Barisan Hizbullah bagi calon mutakharrijin dan mutakharrijat oleh Amidul Ma’had yang juga Ketua Umum PBNW, Dr. TGKH. Zainuddin Atsani. Sebanyak 1.175 santri resmi menerima Ijazah Barisan Hizbullah dengan Kayfiyat Sholatunnahdlatain.
Dengan rangkaian acara ini, diharapkan para santri baru dapat memulai langkah pendidikan dengan semangat baru, sementara para calon lulusan dapat mengamalkan ilmu dan melanjutkan perjuangan dakwah di tengah masyarakat.
(Penulis Tim PKL Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIH NW Lotim)