Lombok Barat suararinjani.com – Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, terlihat kumuh berantakan dan tidak terawat. Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat pemotongan hewan yang higienis justru terlihat memprihatinkan, bahkan disebut menyerupai “rumah hantu” karena terbengkalai dan minim perawatan.
Pengelola RPH Lembar, Hj. Mawarni menjelaskan, sejauh ini keberadaan RPH di Lembar ini nyaris tak pernah diperhatikan. Hampir dua dekade lamanya, RPH tersebut diketahui belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan.
Pemandangan ini, meninggalkan sorotan tajam dari pelaku usaha dan masyarakat banyak, sebab kondisi RPH terlihat rusak dan nyaris tidak memiliki fasilitas yang memadai. Selain itu lanjutnya, persoalan kebersihan menjadi kerap di protes dan menjadi keluhan utama masyarakat sekitar.
“RPH kita di Lembar ini, selalu jadi yang terburuk. Tidak pernah dibangun sama sekali. Fasilitas gak ada, baunya menyengat. Kita bukannya gak mau bersihkan. Tapi kondisi bangunan yang memang sudah tidak memadai,” keluhnya, pada Sabtu (04/04/2026).
Ia menyinggung kondisi RPH yang berada dibawah kendali Pemerintah. Tapi tidak pernah diperhatikan. Hanya pengelola yang diharapkan untuk membersihkan dan menyelesaikan segala permasalahannya.
“Kami heran, ini RPH Negeri, milik negara dan pemerintah. Tapi begitu kami ajukan perbaikan, gak pernah digubris. Gak pernah diperhatikan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) RPH Lombok Barat, H. Jumrah, membenarkan perihal tersebut. Kondisi RPH yang dimaksud, dikarenakan keterbatasan anggaran sehingga tidak ada pembenahan.
“Memang kondisinya seperti itu, sudah lama sekali tidak tersentuh perbaikan. Kita sudah beberapa kali mengusulkan, tapi sampai sekarang belum ada anggaran yang turun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan dasar di RPH Lembar masih jauh dari standar, mulai dari ketersediaan air bersih, tempat pembuangan limbah, hingga peralatan pemotongan yang memadai. Bahkan, fasilitas seperti ruang pendingin (freezer) dan sanitasi juga belum tersedia secara optimal.
“Peralatan potong kurang, air juga terbatas, pembuangan limbah belum tertata. Ini yang jadi kendala kita untuk memenuhi standar,” jelasnya.
Tak hanya itu, RPH Lembar juga belum memenuhi syarat untuk masuk dalam kategori Nomor Kontrol Veteriner (NKV), yang menjadi indikator kelayakan dan higienitas produk daging. Hal ini berdampak langsung pada kualitas daging yang dihasilkan.
“Jika standar belum terpenuhi, tentu kita juga tidak bisa menjamin sepenuhnya soal higienitasnya,” tambahnya.
Meski dalam kondisi serba dalam keterbatasan, tetapi aktivitas pemotongan hewan tetap berjalan setiap hari. (W@N)