Lombok Timur suararinjani.com – Memasuki April 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mulai mengalami musim kemarau. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengingatkan masyarakat, khususnya petani, agar lebih bijak dalam memanfaatkan sumber air serta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi, menyampaikan bahwa musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi sejak dini guna menjaga stabilitas produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (09/04/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi dampak musim kering.
“April 2026 ini sudah masuk musim kemarau. Tentu dengan kondisi musim yang ada, kebijakan melalui program dari pemerintah pusat hingga daerah yaitu menyiapkan sumber-sumber air seperti perbaikan irigasi, pengadaan sumur bor yang berorientasi pada pangan padi dan jagung,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau para petani untuk mulai menanam varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan banyak air, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan.
“Imbauan tentunya kita berharap menanam varietas-varietas tanaman yang bisa bertahan di musim kering yang tidak begitu banyak membutuhkan air, sebagai bentuk antisipasi pangan terutama yang tidak rentan hama,” jelasnya.
Menurut Fathul, kesadaran petani dalam memilih jenis tanaman sangat menentukan keberhasilan produksi di tengah keterbatasan air. Oleh karena itu, penyesuaian pola tanam menjadi hal yang sangat penting dilakukan.
Ia juga mengungkapkan bahwa animo masyarakat petani terhadap komoditas jagung dan padi masih cukup tinggi. Kondisi ini dinilai positif untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, para petani diharapkan menanam varietas tanaman yang sama guna mendukung program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (yt)