Lombok Tengah, suararinjani.com – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Lombok Tengah berdemonstrasi dengan mendatangi langsung gedung kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab.Loteng, Prov.NTB), Kamis (24/07) pagi.
Puluhan massa aksi ini nampak datang bergerombol dengan menggunakan sejumlah kendaraan baik roda dua juga beberapa kendaraan roda empat yang diparkir depan gerbang pintu masuk kantor Bupati Loteng. Sementera guna menyampaikan teriakan kritik serta aspirasinya, mereka membawa serta mobil bak terbuka (pick up) dilengkapi beberapa unit sound speaker alias pengeras suara yang cukup memekakan telinga yang mendengar langsung di lokasi demo ketika digunakan salah satu perwakilan massa aksi ketika itu.
Dimana disampaikannya, kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan mereka terhadap sejumlah kinerja pejabat khususnya dalam hal ini Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Kab.Loteng, Ikhsan S. Hut., yang dinilai tidak becus serta .menurut mereka (Gabu gan Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Red) selama ini terindikasi banyak terjadi praktik-praktik tindak korupsi di tubuh dinas yang dipimpin sang Kadiskop-UKM Loteng.
Sehingga dikatakannya, demi kebaikan, kesejahteraan, keadilan, dan kemaslahatan warga masyarakat Loteng khususnya maka secara tegas mereka meminta sekaligus menuntut agar segera dilakukan evakuasi struktural dan evaluasi total terhadap Diskop-UKM Kab.Loteng.
“Kami mendesak segera untuk dilakukan, dikarenakan kami merasa kinerja yang ada di dinas yang katanya lebih memprioritaskan membantu ekonomi rakyat dalam prpgram-program kerjanya yang terjadi nyatanya setiap tabun tidak pernah maksimal dalam pemberdayaan koperasi dan UKM lokal di daerah. Hanya omong kosong bull shit,” teriak Kordinator Lapangan I Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Lalu Darmawan, mewakili puluhan anggotanya dengan lantang.
Saat ini saja lanjutnya, terbukti masih saja banyak UMKM di sejumlah daerah yang membutuhkan bantuan untuk lebih diberdayakan sehingga tidak kalah bersaing di pasaran. Hal seperti itu tentu saja artinya pemberdayaan dilakukan oleh dinas yang menurut mereka sok suci, mulia, bersih dan berdedikasi tinggi ini tidak merata dalam pengelolaan program dan anggaran dengan nilai fantastis digelontorkan pusat setiap tahunnya.
“Transparansi program dan anggaran Diskop-UKM Loteng kok hisa masih banyak yang tidak maksimal serta tak tepat sasaran, kalian benar-benar kerja atau kerja benar-benar untuk kepentingan pribadi semata. Kalau setiap tabunnya masih saja terus2an begini, tidak salah kalau kita curiga ada permainan di tubuh dinas ini. Yang jelas kami rakyat kecil menolak dengan tegas politisasi kelembagaan koperasi sebagai alat kekuasaan,” orasinya keras.
Terlepas dari munculnya semua kecurigaan tadi, oleh Aliansi Pemuda Lombok Tengah dalam hal inipun tentunya tetap mendukung aerta terus ikut mendorong penguatan koperasi rakyat dan pelibatan UKM lokal dalam kebijakan strategis daerah.
“Wahai para pemangku kebijakan yang tengah duduk di kursi empuk, nyaman, dilengkapj ruangan ber ac tidak seperti kami yang hari ini berpanas-panasan dibawah terik matahari, terkhusus buat bapak Bupati yang baik hati, berwibawa, dan selama ini kabarnya berbudi pekerti luhur tolong dengar jeritan kami ini. Kami butuh perhatian. Kami mendesak agar Pak Bupati mengambil sikap tegas dan menghadirkan solusi terbaik demi kepentingan rakyatnya yang tidak sedikit masih banyak dengan ekonomi lemah,” juga sorak Korlap I Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Hongky Alam Samudera.
Membuka ruang dialog dengan para pelaku UMKM Loteng juga menurut Kordinator Aksi Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Lalu Hirjan Aditia, dianggap sangat penting dan perlu segera diagendakan untuk dilakukan Bupati. Dialog terbuka ini lebih diprioritaskan dilakukan Bupati bersama dengan puluhan pelaku UMKM terdampak langsung atas penggusuran belum lama ini terjadi di Pantai Aan, Kecamatan Pujut, Kab. Loteng.
“Pak Bupati tercinta mohon perhatiannya, bukalah sedikit hatimu untuk kami rakyat kecil, kumuh dan dekil ini, yang mana kami mewakili suara rakyat Loteng dengan kondisi ekonomi yang jauh lebih susah dan kesulitan daripada kami. Demi kepentingan keadilan sekaligus keberlangsungan hidup bagi masyarakat tersebut (puluhan pelaku UMKM pantai Aan, red) tolong secepatnya diagendakan dialog terbuka,” pinta Korlap II Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Khairul Rizal yang ikut juga berorasi diatas kap mobil pick up tidak lain kendaraan dilengkapi sejumlah sound speaker (pengeras suara) untuk berorasi.
Sayangnya, sampai dengan mendekati waktu Dzuhur tidak ada satupun pejabat yang mereka minta untuk turun menemui serta merespon apa yang mereka orasikan. Disebabkan, menurut Kepala Bidang Perkoperasian Diskop-UMKM Loteng, Sahidan, saat itu menuturkan, kalau pimpinannya sedang ada kegiatan dinas di tempat lain sehingga dengan berat hati tidak dapat hadir menemui mereka (massa aksi).
Ironisnya dari pantauan wartawan Suara Rinjani ketika itu para pejabat yang bersangkutan sedang berada di Lantai 5 Gedung Kantor Bupati Loteng menghadiri gelaran acara HUT KOPERASI ke-VIII yang tengah berlangsung sejak pagi hari itu.
Artinya pejabat yang diminta untuk turun menemui masa aksi memang sengaja ngumpet (sembunyi) tidak ada waktu untuk mau turun merespon alias cuek bebek dengan aksi demonsrasi dilakukan gabungan Aliansi Pemuda Lombok Tengah. (ang)