Sebanyak 1.027 Santri Resmi Bergabung di Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani

Sebanyak 1.027 Santri Resmi Bergabung di Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani

Lombok Timur suararinjani.com – Sebanyak 1.027 santri dan santriwati yang masuk dan nyantri di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani pada Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi diserah terimakan di Auditorium ponpes setempat pada Kamis (16/07/2026).

Prosesi serah trima murid baru berlangsung khidmat dan menjadi momentum penyerahan amanah dari orang tua dan wali murid kepada pihak pondok pesantren untuk mendidik, membina, dan membimbing para peserta didik.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru, Dr. Zuhri, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar Tahun Pelajaran 2026/2027 mencapai 1.027 santri dan santriwati yang tersebar di seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.

Adapun rinciannya meliputi TK Syaikh Zainuddin NW Anjani sebanyak 35 murid, MI Syaikh Zainuddin NW Anjani 39 murid, MTs Mu’allimin NW Anjani 121 murid, MTs Muallimat NW Anjani 119 murid, SMP NW Anjani 39 murid, MA Mu’allimin NW Anjani 125 murid, MA Muallimat NW Anjani 157 murid, MAPK Syaikh Zainuddin NW Anjani 184 santri, MAK Hamzanwadi II 89 murid, SMA NW Anjani 26 murid, SMK NW Anjani 78 murid, dan SMA Plus NW Anjani 15 murid, sehingga total keseluruhan mencapai 1.027 santri dan santriwati baru.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin At-Sani, menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani.

Ia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru, para pengasuh, para santri, serta orang tua dan wali murid atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin.

“Kepercayaan yang diberikan oleh orang tua dan wali murid merupakan amanah yang sangat besar bagi yayasan. Amanah ini harus kita jaga dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” imbuhnya.

Ia berharap seluruh dewan guru dan para pengasuh menjaga, membimbing, serta mendidik para santri layaknya anak sendiri agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memperoleh keberkahan dalam menuntut ilmu.

Dalam arahannya, kepada para santri, Ketua Umum PBNW ini menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan serta menjauhi segala bentuk kesombongan dan praktik bullying di lingkungan pesantren.

“Jangan pernah ada budaya senioritas yang berlebihan dan jangan ada praktik perundungan. Kita berada dalam satu pondok, satu keluarga besar. Semua adalah saudara yang harus saling menghormati, saling menyayangi, dan saling menjaga,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang paling hebat karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Oleh sebab itu, para santri senior diminta menjadi teladan dengan merangkul, membimbing, dan membantu adik-adik kelas dalam beradaptasi di lingkungan pondok,”ungkapnya.

Kepada para guru dan pengasuh, ia juga berpesan agar meningkatkan pengawasan terhadap seluruh santri sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, disiplin, dan penuh kasih sayang.

Untuk memperkuat pembinaan, pihak yayasan menerapkan sistem pendampingan di mana setiap satu orang pengasuh akan membimbing sepuluh orang santri.

“Sistem tersebut diharapkan mampu memberikan perhatian yang lebih optimal terhadap perkembangan akhlak, ibadah, dan proses belajar para santri,” harapnya.

Di akhir sambutannya, ia mengingatkan seluruh santri agar selalu mengutamakan adab sebelum ilmu.

“Sebagaimana pesan Imam Syafi’i, adab adalah ruh dari ilmu. Jika adab dijaga dengan baik, maka ilmu yang diperoleh akan menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus yayasan, pimpinan lembaga pendidikan, dewan guru, serta orang tua dan wali murid dari seluruh lembaga di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. (hat)

Bagikan Berita

Share this post