Lombok Timur suararinjani.com – Pasca ambruknya jembatan penghubung antar Desa Perigi dan Desa Puncak Jeringo Kecamatan Suela, beberapa waktu lalu, masyarakat merasa kesulitan melaksanakan aktivitas ke ladang dan sawah untuk bercocok tanam.
Merasa dicuekin pemerintah Kabupaten Lombok Timur, masyarakat Dusun Aik Beta menginisiasi urunan untuk membuat jembatan darurat yang dibangun secara mandiri. Warga membangun jembatan secara swadaya yang terbuat dari bambu.
“Kita sering dijanji pemerintah akan segera dibuatkan jembatan, namun hingga lebih dari sebulan tidak kunjung dibuatkan,” kata salah seorang warga Dusun Aik Beta, Amaq Yar, kepada media ini melalui saluran teleponnya, pada Rabu (24/12).
Amaq Yar, menambahkan janjinya tiga hari atau empat hari akan dibangun oleh Bupati, tapi sampai hari ini tidak ada kabarnya, jadi kami membuat jembatan yang terbuat dari bambu,” tambahnya.
Amaq Yar, yang menjadi inisiator pembuatan jembatan darurat ini, mengaku jembatan yang dibangun saat ini sangat membantu masyarakat, meskipun tidak terlalu kuat dan tidak bisa bertahan lama.
“Alhamdulillah bisa dilalui sepeda motor untuk mengangkut pupuk ke ladang oleh para petani kita dan anak-anak penrg mengaji. Warga urunan mulai dari 5 ribu hingga 100 ribu rupiah dan Alhamdulillah terkumpul sekitar 2 juta. Di samping itu, ada juga warga yang menyumbang bambu,” jelas Amaq Yar.
Jembatan sementara yang dibangun swadaya warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi merupakan bentuk kekesalan warga yang sudah lama menunggu. Warga miris melihat anak-anak dan warga yang harus menyebrangi sungai setiap hari yang hendak beraktivitas.
“Saya sendiri minta ijin ke Pak Kapolsek Suela untuk membuat jembatan darurat ini, dan beliau mengizinkan kendati di larang kepala desa dengan alasan segera akan dibangunkan, tapi nyatanya sampai hari ini tidak kunjung dibangun,” katanya dengan nada kesal.
Ia berharap dengan kondisi cuaca hujan ini sekira Bupati tidak hanya berjanji tapi secepatnya membangunkan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Jangan hanya janji-janji di depan warga saja, tapi, tidak ada realisasinya,”pungkasnya. (sr)