Misteri Kematian Syaifuddin, Polisi Terus Dalami Motif

Misteri Kematian Syaifuddin, Polisi Terus Dalami Motif

Sumbawa Besar, suararinjani.com – Kasus kematian Syaifuddin  (34) warga dari Dusun Emang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, yang sudah berjalan sekitar 8 bulan ini masihdi selimuti misteri. Hingga kini, Polres Sumbawa Polda NTB masi belum menemukan titik terang penyebab kematian Syaifuddin.

Polres Sumbawa memang masih mengembangkan lidik saksi terakhir atas nama A di panggil ke dua kalinya belum datang ke Polres Sumbawa karena alasan sakit kapan hari dikirim surat sakitnya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sumbawa AKBP Heru Muslimin, melalui Plh. Kasi Humas Ipda Dwi Nuryanto, saat dikonfirmasi, diruang kerjanya, Sabtu (10/06).

Dwi mengatakan penyidik kita sudah menindaklanjuti memanggil saksi A tetapi terkendala beralasan sakit dan saksi dari Lunyuk juga sudah ada alias B dan ada lainnya kita rencananya mengkonfentasi keterangannya karena tidak sama.

Saat ditanya media, apakah ada unsur pidana kematian Syaifuddin? Nanti kita menunggu keterangan tambahan dari pihak saksi. Apa hasil dari otopsi dokter forensik indentifikasi jasad korban tersebut, Dwi menjelaskan hasil otopsi benturan tumpul di bagian kepala belakang mengakibatkan pergeseran tulang dasar tengkorak mengakibatkan pendarahan dalam jasad korban.

“Lebih lengkapnya ke pihak penyidik,”imbuhnya. “Polres Sumbawa menindaklanjuti Saksi A semisalkan tidak kooperatif datang untuk di panggil, rencana Minggu depan penyidik kita mendatangi tempat tinggalnya,” sambungnya.

Dwi meminta pihak keluarga bersabar dulu menunggu hasil pengungkapan pihak dari saksi. Yang jelas kami tetap dari pihak Polres Sumbawa untuk meminta bersabar dulu masalahnya kita, iya memang untuk saat ini kita lagi sibuk juga untuk kegiatan HUT hari Bhayangkara kita ini sama kegiatan yang lain kebetulan pimpinan kita di Polres Sumbawa baru semua.

“Memang kita harapkan dari Reskrim minggu depan itu bisa. Tadi kita sama-sama dengar dari KBO Reskrim Sumarlin mau, bukan menjemput, mau minta keterangan langsung di rumahnya saksi yang akan kita datangi itu, karena menurut kita, saksi satu ini aja yang kira-kira akan bisa menjadi terang untuk kasus kematian Syaifuddin,” pungkasnya.

Untuk diketahui meninggalnya Syaifuddin pada Kamis (20/10/2022) lalu yang diduga akibat tersambar petir korban ditemukan tak bernyawa di lahan sekitar pohon kemiri wilayah Dusun Sukajaya, Desa Lunyuk Rea Kecamatan Lunyuk.

Namun pihak keluarga menduga meninggalnya tersebut bukan karena tersambar petir, mengingat tidak ada bekas dan tanda bahwa korban tersebut tersambar petir, tapi dari pihak keluarga korban menduga bahwa korban meninggalnya diduga akibat yang lainnya sehingga pihak keluarga dari korban langsung melaporkan ke Polres Sumbawa untuk mengungkapkan penyebab dari meninggalnya korban tersebut. Dan hingga saat ini Polres Sumbawa masih mendalami kasus penyebab meninggalnya Syaifuddin. (bgs)

Bagikan Berita

Share this post