Dimotori Pemuda NW, Perayaan HUT ke 80 RI di Pontren Syaikh Zainuddin NW Berlangsung Khidmat

Dimotori Pemuda NW, Perayaan HUT ke 80 RI di Pontren Syaikh Zainuddin NW Berlangsung Khidmat

Lombok Timur suararinjani.com – Dimotori Pimpinan Wilayah Pemuda Nahdlatul Wathan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Perayaan Apel Bendera HUT ke 80 Republik Indonesia di Lapangan Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid Anjani, pada Ahad (17/08) berlangsung khidmat dan lancar.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), DR TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, dan sebagai pembaca Teks Proklamasi Tuan Guru Bajang L Gede Muhammad Zainuddin Atsalits. Sedang sebagai Komandan Upacara, Serka TNI Mahyudin, dan sebagai Perwira Upacara IAPDA M Nasiruddin. Kemudian sebagai pasukan Pengibar Bendera Merah Putih adalah anggota Sako Pramuka Syaikh Zainuddin NW Anjani dan pengiring lagu Indonesia Raya dari Drumband siswa SMA NW Anjani.Sebagai pembaca doa, Ketua PW Nahdlatul Wathan NTB TGH LG M Khairul Fatihin.

Dalam amanatnya, DR. TGKH Muhammad Zainuddin Atsani menyampaikan kita tidak hanya mengenang momen bersejarah 17 Agustus 1945, saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, tetapi juga mengenang seluruh pengorbanan pahlawan kusuma bangsa. Mreka berjuang dengan jiwa dan raga serta darah dan air mata untuk memperjuangkan kemerdekaan. Semangat mereka adalah api yang harus terus menyala dalam diri kita, agar bangsa ini tetap berdiri tegak dan maju.

“Dalam sejarah bangsa ini, kita tidak akan pernah lupa peran penting Pahlawan Nasional asal NTB Ninikda almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainudin Abadul Madjid. Beliau adalah sosok yang telah mengajarkan kita tentang cinta tanah air, nasinalisme dan patriotisme,” ungkapnya.

Lanjutnya, semangat juang ini mengajarkan kita bahwa perjuangan sejati melibatkan sleuruh aspek kehidupan pisik, mental dan spiritual.  “Maulanasyaikh mendirikan pondok pesantren saat itu bukan saja tempat belajar agama, namun juga sebagai markas perjuangan kemerdekaan melawan penjajah,” tandasnya.

Tema peringatan HUT ke 80 RI tahun ini adalah ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ bukan hanya slogan kosong, tetapi merupakan panggilan tegas bagi kita semua. Panggilan untuk memperkut persatuan bangsa, menjaga kedaulatan Negara dan membangun masa depan yang lebih sejahtera dan maju di tengah perbedaan suku, agama, nahasa dan budaya.

Kita harus bersatu di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi semakin pesat, kita harus menjaga kedaulatan dan integritas bangsa. Saat ini kita dihadapakan dengan tantangan yang luar biasa, disinformasi yang mengancam persatuan, intervensi asing yang merongrong kedaulatan, serta kesenjangan digital yang memperlebar jurang sosial.

“Namun sejarah telah mengajarkan kita, bangsa yang bersatu, tak akan runtuh oleh badai sebesar apa pun. Justru dari perbedaanlah kekuatan kita berasal. Bhineka Tunggal Ika, bukan sekadar semboyan, melainkan jiwa yang mengikat bangsa ini sejak awal berdiri,” tegasnya.

“Sebagai penerus estafet perjuangan, saya sampaikan pesan ini, Bangsa ini memerlukan kalian. Bukan hanya untuk mengisi kemerdekaan, tetapi untuk memperjuangkannya kembali dalam bentuk yang baru.

Jadilah garda terdepan dalam melawan hoaks, menolak intoleransi, menjaga etika di ruang digital, dan menciptakan karya yang membanggakan. Gunakan teknologi bukan untuk memecah, tapi untuk menyatukan,” Sambungnya.

Kepada generasi muda Indonesia, kata Rektor IAIH NW Lotim ini,  juga menekankan bahwa generasi muda tidak lagi saling mencurigai perbedaan, tetapi merayakannya sebagai kekayaan. Tidak lagi mencari-cari kelemahan sesama, tetapi saling menguatkan demi cita-cita bersama.

“Marilah kita jaga semangat kemerdekaan ini dengan tindakan nyata. Dengan kerja keras, dedikasi, dan cinta tanah air yang tak pernah padam. Demi Indonesia yang bersatu, berdaulat, rakyatnya sejahtera, dan masa depannya maju,” pungkasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post