Lombok Timur suararinjani.com – Ma’had Darul Quran wal Hadits al Majidiyah Assyafiiyah Nahdlatul Wathan di Anjani, menggelar Adzikrol Hauliyah (ulang tahun) ke – 60 di halaman Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Senin (06/10).
Pada tahun dirosah 1447 Hijriah ini, thullab/tholibat (mahasantri red.) baru Mahad DQH NW sebanyak 1.165 orang. Sementara thullab yang tamat tahun ini berjumlah 1.382 orang.
Wakil Amid Ma’had, TGH Zaini Abdul Hanan, mengumumkan 25 besar bagi thullab dan 17 besar bagi tholibat. Peringkat 1 dari thullab atas nama M Nururrasyid al Wahidi, dari Perian Lombok Timur, sedang dari tholibat peringkat 1 diraih Agisna Amaliatilabror, dari Lenek Kecamatan Lenek Lombok Timur. Sedangkan thullab dan tholibat yang menghafal 30 juz yang tamat tahun ini sebanyak 125 orang, dengan rincian 102 dari tholibat dan 23 dari thullab.
Gubernur NTB DR H L Muhmmad Iqbal, dalam sambutannya mengatakan perjuangan NW memang sudah cukup lama, hal ini bisa kita lihat NW masih eksis dan semakin besar.
“Itu menunjukan organisasi NW relevan dalam menyiapkan kader-kader ulama’ dan pejuang Islam,” katanya.
Saat ini, kata Iqbal, bukan hanya dibutuhkan orang yang memiliki kecerdasan intlektual dan kecerdasan emosional saja, namun yang paling penting adalah cerdas secara spiritual.
“ Kecerdasan spiritual adalah modal para santri Ma’had NW untuk menjadi pemimpin ummat yang sukses di mana saja ditempatkan,” pungkasnya.
Dalam amanatnya, Syaikhul Ma’had yang juga Amidul Ma’had DQH NW, DR TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, kembali mengingatkan kepada keluarga besar Ma’had dan NW bahwa Ma’had DQH NW ini adalah buah hati dan anak laki-laki Ninikda Maulanassyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sebagai pendiri Ma’had dan NW. Oleh sebab itu, jangan ada yang meremehkan thullab dan Masyaikhul Ma’had.
“Thullab dan tholibat baru rajinlah belajar. Jangan malas-malasan, karena kurikulum Mahad DQH NW ini adalah berkiblat dari Madrasah Assaulatiyah Makkah,” pesannya.
Lanjut TGKH Atsani yang juga Ketua Umum PBNW mengingatkan kepada calon mutakharijin, agar terus berjuang untuk kemajuan Ma’had dan NW dalam garis pimpinan Nahdlatul Wathan di mana saja akan ditempatkan dalam pengembangan organisasi NW.
“Alhamdulillah NW sudah tersebar di 38 provinsi, dan alumni Ma’had harus siap ditempatkan di mana saja berada dan dibutuhkan dalam berjuang,” imbuhnya.
Pengajian Zikrol Hauliyah disampaikan Ulama terkemuka Makkah al Mukarromah, Maulanassyaikh Abu Abdillah Mustafa Attilimsani, yang terjemahkan oleh TGH Syahri Ramadan.
Dalam tausiyahnya, Syaikh Mustafa, menyampaikan terlintas dalam benaknya kemuliaan almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin, karena mendapatkan ilmu dari para ulama terkemua dan hebat di Tanah Suci Makkah.
“Maulanasyaikh, terhias dari para ulama terkemuka yaitu terhias dengan keilmuan, kezuhudan dan kesolehan para ulama, sehingga Maulanasyaikh kembali ke Lombok menjadi sosok yang sangat dimuliakan, karena beliau juga tiada henti menyebarkan keilmuan di penjuru Indonesia,”katanya.
Ia juga menambahkan kemuliaan perjuangan Maulanasyaikh dulu dengan mendirikan madrasah dan masjid-masjid sehingga bergelar Abul Madrais wal Masajid (Bapak Madarsah dan Masjid). Semua yang Maulansyaikh ajarkan kepada murid-muridnya tentang keilmuan dan keberkahan menjadikan para muridnya mengikuti jejak beliau dalam memperjuangkan agama Allah SWT.
“Maulanasyaikh mengkader para pemuda dan santri menjadi ulama sebagai pejuang Islam. Perjuangan dan kemuliaan beliau mengalir kepada Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, yang mengikuti jejak orang tuanya,” urainya.
Syaikh Mustafa juga mengagumi perjuangan penerus Maulanasyaikh yaitu DR TGKH Zainuddin Atsani adalah yang telah menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh. Mampu mengembangkan Mahad seperti yang kita lihat sekarang ini.
“Dia (Syaikh Zainuddin Atsani red) tidak mengenal lelah berjuang, baik pada pagi, sore dan malam hari untuk melanjutkan perjuangan kakeknya,” ucapnya.
Sebelum acara puncak ini, pada Sabtu (03/10/2025) dilangsungkan cukuran massal bagi thullab baru. Kegiatan tersebut untuk melestarikan tradisi Pendiri Mahad di mana setiap awal mau masuk thullab harus dicukur rambut kepala sampai botak.
Acara akbar Mahad ini dihadiri, Gubernur NTB DR H L Muhammad Iqbal, ulama’ terkemuka Makkah al Mukarromah, Assyaikh Abu Abdillah Mustafa, Ketua Umum PBNW DR TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, Rois Aam Dewan Musytasyar PBNW Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Dewan Masyaikh Ma’had, Pengurus NW dari tingkat pusat sampai ranting, puluhan ribu mutakharrijin Ma’had dari angkatan 1-59. (hum/sil)