Lombok Timur suararinjani.com – Dalam rangka menyongsong Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MA Mu’allimat NW Anjani Tahun Pelajaran 2025/2026, panitia pelaksana menyelenggarakan debat kandidat sebagai salah satu rangkaian penting dalam proses demokrasi santriwati.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MA Mu’allimat NW Anjani pada Selasa, 22 Juli 2025, dan berlangsung dengan penuh semangat dan antusias.
Debat ini mempertemukan empat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi serta verifikasi visi dan misi. Nomor 1. Arlyna Zulviatin & Syarifaa Zafira Zaskia. Nomor 2. Avril Aura Wirendra & Gusmita Febriani. Nomor 3. Naila Ulfiah & Zakia Najwatul Atqia. Nomor 4. Erina Adiatul Rizki & Juliani Nur Isnani.

Keempat pasangan tersebut menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan visi, misi, dan program unggulan, serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panelis dan moderator secara objektif dan profesional.
Kepala MA Muallimat NW Anjani, M Zuhri, yang diwakili Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Hasanah Efendi, saat membuka acara debat menekankan pentingnya momen ini sebagai media pembelajaran demokrasi dan kepemimpinan bagi para santriwati.
“Debat ini bukan sekadar ajang mencari siapa yang terbaik, tetapi bagaimana kalian semua belajar menyampaikan gagasan, menyusun strategi, dan bertanggung jawab atas amanah. Inilah bagian dari proses pembentukan karakter calon pemimpin masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasanah Efendi menyampaikan bahwa kurang lebih 480 santriwati akan turut menentukan hak suaranya dalam pemilihan nanti.
“Mereka inilah yang akan memilih siapa yang paling layak memimpin OSIM ke depan. Proses ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan demokrasi yang harus kita tanamkan sejak dini,” tambahnya.
Dalam penutup sambutannya, Waka Humas juga memberikan pesan moral kepada seluruh santriwati agar bijak menggunakan hak suara.

“Berikanlah hak suara kalian kepada calon yang kalian anggap mampu membawa OSIM lebih baik. Caranya adalah dengan peka melihat dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh penyampaian visi, misi, serta program kerja dari semua kandidat. Jangan asal pilih, tapi pilihlah dengan pertimbangan akal dan hati,” tutupnya.
Jalannya debat dipandu oleh moderator dan diiringi dengan sesi pertanyaan dari panelis yang telah ditunjuk oleh panitia, serta moderator yang memancing argumentasi dan gagasan dari masing-masing kandidat.
Para pasangan calon secara bergiliran menyampaikan visi misi mereka, yang mencakup berbagai gagasan mulai dari peningkatan budaya literasi, penguatan nilai-nilai keagamaan, pengembangan kreativitas santriwati, hingga pemanfaatan teknologi dalam organisasi siswa.
Sesi pertanyaan dari Panelis menjadi bagian paling menarik dalam acara ini. Para kandidat diuji seberapa tajam ide dan program mereka, serta bagaimana ketanggapan dan kecakapan mereka dalam merespons isu-isu aktual organisasi dan dinamika kehidupan santriwati. Kemampuan mereka menyampaikan gagasan secara lugas, tegas, dan tetap santun menjadi sorotan penting dalam penilaian.

Debat ini menjadi tonggak penting dalam membangun generasi muda yang demokratis, berpikir kritis, dan memiliki tanggung jawab sosial, sejalan dengan semangat MA Mu’allimat NW Anjani sebagai madrasah pencetak kader pemimpin bangsa yang religius dan berkarakter. (hat)